Bukan Cuma Cabai, Ini Daftar Harga yang Bikin Inflasi Jambi Tembus 3,25 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Inflasi Jambi Tembus 3,25 Persen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tekanan harga di Jambi pada Juli 2026 tidak hanya datang dari satu komoditas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sejumlah kebutuhan masyarakat mulai dari cabai, minyak goreng, daging, makanan jadi hingga emas perhiasan ikut memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan.
BPS mencatat inflasi Provinsi Jambi pada Juli 2026 mencapai 3,25 persen secara year on year (y-on-y). Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,87 pada Juli 2025 menjadi 112,41 pada Juli 2026.
Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 4,24 persen dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jambi, yakni 1,34 persen. Di dalam kelompok tersebut, cabai merah menjadi salah satu komoditas dengan sumbangan terbesar, mencapai 0,26 persen.
Selain cabai merah, sejumlah bahan pangan lain juga ikut mendorong inflasi, seperti jeruk sebesar 0,18 persen, minyak goreng 0,15 persen, daging ayam ras 0,08 persen, daging sapi 0,05 persen, ikan serai 0,05 persen, kangkung 0,04 persen, wortel 0,04 persen, bayam 0,04 persen dan bawang putih 0,03 persen.
Namun, tidak semua bahan pangan mengalami tekanan kenaikan. Secara tahunan, bawang merah justru memberikan andil deflasi sebesar 0,17 persen, disusul beras sebesar 0,08 persen.
Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami inflasi tahunan sebesar 4,42 persen dan memberikan andil 0,41 persen terhadap inflasi Jambi. Komoditas yang paling dominan adalah nasi dengan lauk dengan andil 0,19 persen. Kemudian sate sebesar 0,07 persen, ayam goreng 0,03 persen, serta tekwan/model dan ketupat/lontong sayur masing-masing 0,02 persen.
Tekanan lainnya datang dari biaya transportasi. Kelompok Transportasi mengalami inflasi 4,73 persen dengan andil 0,57 persen. Bensin menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar dalam kelompok ini, yakni 0,26 persen. Berikutnya angkutan udara sebesar 0,08 persen, mobil dan pelumas/oli mesin masing-masing 0,06 persen.
Yang cukup mencolok adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Inflasinya mencapai 6,35 persen, tertinggi di antara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan.
Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama dengan andil inflasi sebesar 0,47 persen.
Di sektor kesehatan, kelompok Kesehatan mengalami inflasi tahunan 4,18 persen. Tarif rumah sakit menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,06 persen, disusul obat dengan resep 0,03 persen dan tarif dokter spesialis 0,02 persen. Sementara dari sisi kebutuhan rumah tangga, kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi 3,00 persen.
Bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,19 persen dan sewa rumah sebesar 0,07 persen. Meski tekanan tahunan cukup terasa, perkembangan bulanan Juli 2026 justru menunjukkan deflasi 0,06 persen. BPS mencatat bawang merah, cabai merah, angkutan udara dan telur ayam ras menjadi sejumlah komoditas yang dominan menahan laju inflasi secara bulanan.
Artinya, dibandingkan Juni 2026, sejumlah harga justru mengalami penurunan pada Juli. Namun jika dibandingkan dengan Juli 2025, tingkat harga konsumen Jambi masih tercatat lebih tinggi.
- Penulis: say say
