Senin, 3 Agu 2026
light_mode
Beranda » Regional » Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Provinsi Jambi. Tak hanya meningkatkan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026 juga mulai membuat debit Sungai Batanghari menyusut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Sebab, Sungai Batanghari menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Jambi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, penyusutan debit sungai merupakan dampak yang sulit dihindari ketika musim kemarau berlangsung panjang.

“Yang saya khawatirkan ketika kemarau semakin panjang dan air semakin berkurang. Itu yang paling bahaya,” kata Bachyuni, baru-baru ini.

Menurut dia, semakin panjang periode tanpa hujan, cadangan air di permukaan akan terus berkurang. Kondisi itu berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

“Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih, sekaligus menjadi kendala bagi petugas saat melakukan pemadaman kebakaran lahan,” ujarnya.

Karena itu, BPBD Jambi tidak hanya mewaspadai potensi Karhutla, tetapi juga memantau kondisi sumber-sumber air di daerah. Penurunan debit sungai perlu menjadi perhatian bersama, terutama jika curah hujan tetap rendah dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah Provinsi Jambi telah mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau.

“Pak Gubernur sudah mengingatkan masyarakat supaya menggunakan air secukupnya karena saat ini kita baru memasuki puncak musim kemarau,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai pekan terakhir Juli hingga September mendatang. Selain ancaman kebakaran lahan, keterbatasan air dapat berdampak pada kebutuhan masyarakat, pertanian, hingga aktivitas lainnya yang bergantung pada ketersediaan air.

Bachyuni mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi kemarau. Lahan yang kering akan lebih mudah terbakar dan api dapat cepat meluas ketika kondisi cuaca panas serta minim hujan.

“Jangan sampai karena kemarau panjang, kita menghadapi persoalan lain akibat air yang semakin berkurang,” tegasnya.

Selain ancaman kekeringan, Bachyuni juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi penyebab kebakaran yang kerap dianggap sepele.

Ia mencontohkan kebakaran yang terjadi di pinggir jalan di Kabupaten Bungo. Menurutnya, kejadian tersebut diduga kuat dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di tengah kondisi rumput yang kering.

“Kalau di pinggir jalan, sangat mungkin karena puntung rokok. Bisa juga karena anak-anak bermain api atau ulah orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Bachyuni mengaku pernah melakukan simulasi sederhana di kawasan Rantau Panjang. Dalam simulasi tersebut, bara rokok yang diletakkan di atas tumpukan rumput kering langsung memicu api ketika terkena hembusan angin.

“Saya coba sendiri. Bara rokok yang tertiup angin membuat rumput langsung terbakar dan api cepat menyebar ke sekitarnya. Artinya, puntung rokok memang sangat berbahaya saat musim kemarau seperti sekarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian besar kebakaran yang terjadi masih berada di lahan milik masyarakat dan belum ditemukan kejadian kebakaran di kawasan perusahaan.

BPBD Provinsi Jambi terus melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Pencegahan jauh lebih penting agar kebakaran tidak terus meluas,” tegas Bachyuni.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti Play Button

    Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan uang pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke perbankan disambut baik pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha properti. Sebab, kebijakan ini penting di tengah kondisi ekonomi dan kredit yang melambat. Dikutip dari berbagai sumber, Purbaya menyampaikan bahwa sektor properti merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan […]

  • Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan langsung oleh pelaku industri tahu dan tempe. Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha perajin kecil. Berdasarkan pantauan di sentra industri tahu tempe Cibuntu, Kota Bandung, harga kedelai impor naik […]

  • Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

    Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih mencatatkan nama investor asal Jambi, Djoni, sebagai salah satu pemegang saham utama perusahaan hingga akhir 2025. Berdasarkan data komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025, Djoni menguasai 525 juta lembar saham atau setara 5,33 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga saham MINA […]

  • Harga Sembako Jambi Hari Ini 24 April 2026 di Pasar Angso Duo Stabil, Daging Sapi Rp150 Ribu/Kg

    Harga Sembako Jambi Hari Ini 24 April 2026 di Pasar Angso Duo Stabil, Daging Sapi Rp150 Ribu/Kg

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Jumat, 24 April 2026. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan. Sejumlah bahan pokok utama seperti beras masih berada di level yang sama. Beras medium seperti Belido dan King dijual di kisaran […]

  • IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menghijau pada perdagangan hari ini, Selasa (7/10/2025). IHSG dibuka menguat 0,61% atau bertambah 49 poin ke level 8.189,44. Mayoritas indeks sektoral di BEI menyokong kenaikan IHSG. Sejumlah sektor yang menguat paling tinggi adalah barang baku, energi, infrastruktur, perindustrian, transportasi, Keuangan, Kesehatan, properti dan […]

  • Film Mantagi: Menyusuri Batanghari, Menyalakan Kembali Kesadaran Manusia di Tanah Jambi

    Film Mantagi: Menyusuri Batanghari, Menyalakan Kembali Kesadaran Manusia di Tanah Jambi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Film Mantagi hadir bukan sekadar sebagai tontonan layar lebar, melainkan sebagai perjalanan batin yang mengalir mengikuti denyut Sungai Batanghari. Dikemas dalam format antologi dengan lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merajut satu benang merah tentang relasi manusia dan air, serta kesadaran yang perlahan memudar dalam diri manusia, yang disebut sebagai “mantagi”. Pengambilan […]

expand_less