Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Provinsi Jambi. Tak hanya meningkatkan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026 juga mulai membuat debit Sungai Batanghari menyusut.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Sebab, Sungai Batanghari menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Jambi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, penyusutan debit sungai merupakan dampak yang sulit dihindari ketika musim kemarau berlangsung panjang.

“Yang saya khawatirkan ketika kemarau semakin panjang dan air semakin berkurang. Itu yang paling bahaya,” kata Bachyuni, baru-baru ini.

Menurut dia, semakin panjang periode tanpa hujan, cadangan air di permukaan akan terus berkurang. Kondisi itu berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

“Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih, sekaligus menjadi kendala bagi petugas saat melakukan pemadaman kebakaran lahan,” ujarnya.

Karena itu, BPBD Jambi tidak hanya mewaspadai potensi Karhutla, tetapi juga memantau kondisi sumber-sumber air di daerah. Penurunan debit sungai perlu menjadi perhatian bersama, terutama jika curah hujan tetap rendah dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah Provinsi Jambi telah mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau.

“Pak Gubernur sudah mengingatkan masyarakat supaya menggunakan air secukupnya karena saat ini kita baru memasuki puncak musim kemarau,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai pekan terakhir Juli hingga September mendatang. Selain ancaman kebakaran lahan, keterbatasan air dapat berdampak pada kebutuhan masyarakat, pertanian, hingga aktivitas lainnya yang bergantung pada ketersediaan air.

Bachyuni mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi kemarau. Lahan yang kering akan lebih mudah terbakar dan api dapat cepat meluas ketika kondisi cuaca panas serta minim hujan.

“Jangan sampai karena kemarau panjang, kita menghadapi persoalan lain akibat air yang semakin berkurang,” tegasnya.

Selain ancaman kekeringan, Bachyuni juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi penyebab kebakaran yang kerap dianggap sepele.

Ia mencontohkan kebakaran yang terjadi di pinggir jalan di Kabupaten Bungo. Menurutnya, kejadian tersebut diduga kuat dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di tengah kondisi rumput yang kering.

“Kalau di pinggir jalan, sangat mungkin karena puntung rokok. Bisa juga karena anak-anak bermain api atau ulah orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Bachyuni mengaku pernah melakukan simulasi sederhana di kawasan Rantau Panjang. Dalam simulasi tersebut, bara rokok yang diletakkan di atas tumpukan rumput kering langsung memicu api ketika terkena hembusan angin.

“Saya coba sendiri. Bara rokok yang tertiup angin membuat rumput langsung terbakar dan api cepat menyebar ke sekitarnya. Artinya, puntung rokok memang sangat berbahaya saat musim kemarau seperti sekarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian besar kebakaran yang terjadi masih berada di lahan milik masyarakat dan belum ditemukan kejadian kebakaran di kawasan perusahaan.

BPBD Provinsi Jambi terus melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Pencegahan jauh lebih penting agar kebakaran tidak terus meluas,” tegas Bachyuni.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Sumatra terus bertambah. Hingga 30 November 2025, total 442 orang meninggal dunia dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus melakukan pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pembukaan akses wilayah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto […]

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek  Update-nya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek Update-nya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau turun di Hartadinata Abadi, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas  pada Senin siang (2/2/2026). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli […]

  • Lanjutkan Tren Penurunan, Emas Antam Kini Rp2.263.000 per Gram

    Lanjutkan Tren Penurunan, Emas Antam Kini Rp2.263.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melanjutkan tren penurunan. Perdagangan Kamis (30/10/2025), emas Antam kembali terkoreksi sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 2.263.000 per gram dari semula Rp2.267.000 per gram. ‎Untuk harga beli kembali (buyback) juga turun Rp4000 menjadi Rp2.128.000 dari awalnya Rp2.132.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai […]

  • Impor Gula Tak Terkendali, Sugar Co BUMN Catat Kerugian Rp680 M

    Impor Gula Tak Terkendali, Sugar Co BUMN Catat Kerugian Rp680 M

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Danantara Indonesia mengungkapkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co mengalami kerugian hingga Rp680 miliar sepanjang tahun lalu. Kerugian tersebut dipicu oleh tekanan harga akibat impor gula yang dinilai tidak terkontrol. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa kondisi pasar gula domestik mengalami tekanan serius karena membanjirnya gula impor. […]

  • Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan. Rupiah dibuka pada perdagangan Rabu (31/12/2025) menguat sebesar 34 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Rupiah kini diposisi Rp16.737 per dolar AS. Terhadap penguatan tersebut rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Disusul yuan China berada satu level di […]

  • Direktur Utama NET TV Lie Halim Mundur, MDTV Siapkan RUPS Maksimal 90 Hari

    Direktur Utama NET TV Lie Halim Mundur, MDTV Siapkan RUPS Maksimal 90 Hari

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama NET TV, Lie Halim, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut telah diajukan pada 20 Februari 2026. Manajemen perusahaan induk, PT MDTV Media Technologies Tbk, menyampaikan bahwa surat pengunduran diri telah diterima secara resmi dan dilaporkan sebagai keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Corporate Secretary MDTV, Cecil Samantha Sasmita, […]

expand_less