Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak mampu bertahan lama. Setelah sempat memberikan harapan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali tertekan oleh bangkitnya dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (30/6/2026).

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 32 poin atau tergerus 0,18 persen menjadi Rp17.883 per dolar AS. Pelemahan ini membalikkan capaian positif sehari sebelumnya ketika rupiah berhasil menguat 0,39 persen dan ditutup di level Rp17.851 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah datang seiring kembali menguatnya mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Indeks dolar AS tercatat naik 0,15 persen ke level 101,28, menandakan investor kembali memburu aset berdenominasi dolar.

Sebelumnya, dolar sempat kehilangan momentum setelah muncul laporan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali berjalan normal. Kondisi tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia.

Meredanya kekhawatiran di Selat Hormuz ikut mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman atau safe haven. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih positif.

Namun, pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada rapat The Fed 28-29 Juli berada di 31,50%. Sementara itu, peluang suku bunga tetap dipertahankan di level saat ini mencapai 68,50%.

Investor kini menanti rilis data tenaga kerja AS pada pekan ini, termasuk data ADP dan nonfarm payrolls. Data tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan pasar dalam membaca arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Dari dalam negeri, pemerintah bersama DPR, Bank Indonesia (BI), dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) juga telah menggelar rapat koordinasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memitigasi dampak ketidakpastian global.

Dari sisi fiskal, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi APBN masih terjaga. Defisit hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan diperkirakan tetap berada di bawah batas 3% hingga akhir 2026.

Stabilitas fiskal ini menjadi salah satu hal yang dicermati pasar, terutama di tengah tekanan global terhadap nilai tukar dan kebutuhan menjaga kepercayaan investor.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa NTT Rusak Sejumlah Bandara dan Pelabuhan, Layanan Transportasi Tetap Berjalan

    Gempa NTT Rusak Sejumlah Bandara dan Pelabuhan, Layanan Transportasi Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap sejumlah infrastruktur transportasi udara dan laut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya lima bandara dan sejumlah pelabuhan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Di sektor transportasi udara, lima bandara yang terdampak yakni Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara […]

  • Transaksi Digital Perbankan Tumbuh 28%, Mobile Banking Jadi Motor Utama

    Transaksi Digital Perbankan Tumbuh 28%, Mobile Banking Jadi Motor Utama

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas transaksi digital perbankan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat hingga September 2025, terutama lewat layanan mobile banking yang kini menjadi kanal utama nasabah. Menurut data Bank Indonesia (BI), volume transaksi mobile banking sepanjang delapan bulan pertama 2025 mencapai 15,91 miliar, naik 28,62% dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksinya juga melonjak […]

  • Harga Emas di Pegadaian Anjlok, Ini Rincian Selengkapnya

    Harga Emas di Pegadaian Anjlok, Ini Rincian Selengkapnya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual Pegadaian kompak melemah pada perdagangan Selasa (14/4/2026) ini. Penurunan harga emas Pegadaian tersebut untuk semua jenis yaitu UBS dan Galeri24. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman Sahabat Pegadaian. Harga emas UBS turun menjadi Rp2.853.000 per gram dari semula Rp2.890.000 per gram. Sementara harga […]

  • Bukan Sekadar Kuliner, Ini Alasan Bisnis Nongkrong Makin Penting di Kota Jambi

    Bukan Sekadar Kuliner, Ini Alasan Bisnis Nongkrong Makin Penting di Kota Jambi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bisnis nongkrong di Kota Jambi semakin menarik dilihat bukan hanya sebagai bisnis makanan dan minuman, tetapi sebagai bagian dari komunitas konsumsi masyarakat. Ketika konsumen datang ke sebuah coffee shop atau kawasan kuliner, pengeluaran yang tercipta tidak berhenti pada makanan dan minuman, tetapi dapat berkaitan dengan transportasi, parkir, hiburan, hingga aktivitas belanja lainnya. Data […]

  • Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Terancam Batal, Washington Klaim Jakarta Mundur dari Komitmen

    Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Terancam Batal, Washington Klaim Jakarta Mundur dari Komitmen

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan berada di ambang kegagalan. Financial Times (FT) menyebut Washington menilai Jakarta mulai mundur dari beberapa komitmen yang sebelumnya telah disepakati dalam perundingan bilateral. FT mengutip pernyataan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, yang menilai Indonesia melakukan backtracking atau menarik diri dari sejumlah hal yang menjadi […]

  • Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of […]

expand_less