Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang Indonesia yang mencapai Rp 9.138,05 triliun atau setara 39,86% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam kategori aman dan terkendali. Dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional menilai kesehatan fiskal suatu negara berdasarkan dua indikator utama: rasio defisit terhadap PDB (deficit to GDP ratio) dan rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio).

“Indonesia masih di bawah standar kedua indikator tersebut,” kata Purbaya.

Sebagai perbandingan, Uni Eropa dalam Maastricht Treaty menetapkan ambang batas defisit sebesar 3% terhadap PDB, sementara defisit Indonesia masih di bawah angka itu, yakni Rp 371,5 triliun atau 1,56% terhadap PDB per 30 September 2025.

Begitu juga dengan rasio utang yang berada di level 39,86%, jauh di bawah ambang batas 60% terhadap PDB.

“Dengan standar internasional paling ketat pun, posisi fiskal Indonesia masih prudent,” ujarnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga agar defisit APBN tidak melebihi 3%, baik untuk tahun ini maupun tahun depan.

“Dalam waktu dekat tidak akan berubah. Tidak akan saya ubah itu, akan saya jaga terus,” tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap rasio utang dan pendapatan negara baru akan dilakukan bila pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencapai 7% hingga 8%.

“Kalau tumbuh 7%, kami akan pertimbangkan apakah perlu dikurangi pajak atau ditambah pembiayaan agar bisa tembus 8%,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, menyampaikan bahwa dari total utang Rp 9.138,05 triliun tersebut, Rp 1.157 triliun berasal dari pinjaman luar negeri, dan Rp 7.980,87 triliun berasal dari Surat Berharga Negara (SBN).

Mulai tahun ini, Kementerian Keuangan juga akan merilis data utang secara triwulanan, bukan bulanan seperti sebelumnya, agar statistik utang lebih kredibel dan konsisten dengan data PDB yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap kuartal.

Dengan posisi fiskal yang tetap sehat, pemerintah optimistis mampu menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi menuju 8% di masa mendatang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

    BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Langkah ini diambil karena ribuan SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan dasar, yakni tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Akan Mengalami Hujan Ringan

    Cuaca Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Akan Mengalami Hujan Ringan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan sebagian wilayah di provinsi jam bi akan mengalami hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 95-99 persen. Kondisi ini mengakibatkan sebagaian wilayah akan mengalami hujan terutama di Kota Jambi dan kabupaten KerinciSementara itu berdasarkan pantauan BMKG ada sejumlah wilayah yang akan mengalami hujan […]

  • Jambi Mantap Expo, Sekda Sudirman: Pemprov Sebagai Katalisator dan Fasilitator UMKM

    Jambi Mantap Expo, Sekda Sudirman: Pemprov Sebagai Katalisator dan Fasilitator UMKM

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman menutup secara resmi Jambi Mantap Expo sebagai rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 di Eks Arena MTQ Taman Mini Melayu Jambi, Minggu (11/1/2026) malam. Pada kesempatan tersebut Sekda Sudirman juga memberikan penghargaan terhadap semua pihak yang yang terlibat diantaranya panitia, peserta, instansi pemerintah, baik dari […]

  • Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum hilang. Mata uang Indonesia kembali tidak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.670 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan memang terbilang tipis. […]

  • Bulog Siapkan Kios di 146 Pasar Jakarta, Jaga Stok Minyakita Sesuai HET Rp15.700

    Bulog Siapkan Kios di 146 Pasar Jakarta, Jaga Stok Minyakita Sesuai HET Rp15.700

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog menyiapkan kios penyimpanan di setiap pasar yang dikelola PD Pasar Jaya di DKI Jakarta guna menjaga stabilitas stok dan harga minyak goreng Minyakita. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kerja sama tersebut memungkinkan Bulog memanfaatkan satu los atau kios di masing-masing pasar sebagai gudang mini. Langkah ini ditempuh untuk mendekatkan […]

  • Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan Senin (13/4/2026). Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 17 poin di level Rp17.121 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi […]

expand_less