Pemkot Jambi Gaspol Transformasi SPBE ke Pemerintah Digital
- account_circle say say
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi mulai mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju konsep Pemerintah Digital (Pemdi). Langkah ini ditandai dengan sosialisasi transformasi digital yang digelar di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis, 16 April 2026.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan perubahan ini bukan sekadar digitalisasi administratif, tetapi upaya membangun sistem pemerintahan yang terintegrasi dan berbasis data.
“Transformasi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang mudah, cepat, aman, dan berkualitas,” kata Diza dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Pemkot Jambi telah berada di jalur yang tepat. Hal itu tercermin dari capaian indeks SPBE tahun 2024 sebesar 4,32 dengan predikat memuaskan, sekaligus menempatkan Kota Jambi di peringkat empat nasional kategori kota.
Selain itu, Pemkot juga telah mengembangkan super aplikasi JAGA yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital.
“Dengan satu aplikasi, masyarakat bisa mengakses banyak layanan sekaligus. Ini bagian dari efisiensi birokrasi,” ujar Diza.
Transformasi ini juga diarahkan untuk memperkuat sistem pengawasan internal pemerintah. Menurut Diza, digitalisasi memungkinkan proses audit program dan kinerja perangkat daerah dilakukan lebih cepat dan transparan.
Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, menilai langkah Pemkot Jambi sebagai momentum penting dalam mempercepat reformasi birokrasi berbasis teknologi.
“Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong kolaborasi dan digitalisasi. Saat ini hampir tidak ada sistem birokrasi yang tidak bergantung pada teknologi,” kata Averrouce.
Ia menambahkan, transformasi digital bukan hanya soal sistem, tetapi juga bagaimana pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridha, menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional dalam rangka persiapan evaluasi Pemerintah Digital 2026.
Menurut dia, sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi antar perangkat daerah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Fokusnya adalah mendorong pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh perangkat daerah dan camat turut menandatangani komitmen bersama implementasi evaluasi indeks pemerintah digital.
Pemkot Jambi berharap transformasi ini tidak hanya berdampak pada penilaian pemerintah pusat, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara nyata di tengah masyarakat.
- Penulis: say say
