Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berencana mengganti penggunaan gas LPG dengan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara mulai tahun 2026. Langkah ambisius ini diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Program ini sejatinya sudah digagas sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun sempat mandek setelah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) kehilangan mitra investasi utama dari Amerika Serikat, Air Products & Chemical Inc.

Kini, proyek tersebut kembali dihidupkan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh dari Satgas Hilirisasi Energi.

“Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton. Jadi kita masih impor sekitar 6,5–7 juta ton. Karena itu kita harus mulai beralih ke DME,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menjelaskan, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi hilirisasi sumber daya alam yang diharapkan mampu menekan impor LPG secara signifikan. Pemerintah bahkan telah memberikan insentif fiskal berupa royalti 0% untuk proyek DME agar menarik investor baru.

“Ini nanti mitranya dengan Danantara, dan teknologinya bisa dari China atau Eropa. Kita sedang finalisasi,” ungkap Bahlil.

Dimethyl Ether (DME) adalah gas sintetis yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. DME dihasilkan dari proses gasifikasi batu bara kalori rendah yang diubah menjadi gas, lalu diproses menjadi DME (CH₃OCH₃).

Menurut data Kementerian ESDM, karakteristik fisika dan kimia DME sangat mirip dengan LPG, sehingga dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada seperti tabung, pipa, dan sistem distribusi. Selain batu bara, DME juga bisa dibuat dari biomassa, limbah organik, dan gas metana batubara (CBM), menjadikannya bahan bakar yang relatif fleksibel dan ramah lingkungan.

Meski target implementasi DME ditetapkan untuk tahun 2026, sejumlah kalangan menilai proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya produksi dan kepastian regulasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, mengatakan bahwa proyek hilirisasi batu bara masih terkendala aspek keekonomian, termasuk harga teknologi, kerja sama offtaker, serta pembiayaan proyek.

“Harga jual DME masih belum kompetitif dibanding LPG impor. Pemerintah sudah memberi insentif, tapi keekonomian proyek masih harus diperkuat,” ujar Hendra.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy Hartono. Menurutnya, hasil studi kelayakan dari sejumlah perusahaan menunjukkan harga jual DME lebih tinggi dari harga patokan LPG impor, membuat proyek ini belum layak secara komersial.

“Inilah yang membuat program hilirisasi DME masih jalan di tempat,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ekonom Senior CORE Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai pemerintah perlu realistis. Bila keekonomian DME sulit diperbaiki, maka pengembangan jaringan gas kota (jargas) berbasis LNG domestik bisa menjadi alternatif yang lebih efisien.

“Subsidi awal memang besar, tapi jangka panjang bisa hemat devisa dan mengurangi subsidi impor LPG,” ujarnya.

Apabila terealisasi, penggunaan DME dapat memberikan sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia:

  • Mengurangi ketergantungan impor LPG hingga 80%.
  • Mendorong nilai tambah batu bara domestik melalui hilirisasi.
  • Membuka lapangan kerja baru di sektor energi dan pertambangan.
  • Menghemat devisa negara dari impor LPG yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan investor swasta, terutama dalam penyediaan pendanaan, teknologi, dan pasar jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Menu Takjil Puasa Ramadan 2026 Paling Favorit, Praktis dan Segar untuk Berbuka

    20 Menu Takjil Puasa Ramadan 2026 Paling Favorit, Praktis dan Segar untuk Berbuka

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menu takjil puasa selalu menjadi sajian yang dinantikan saat bulan Ramadan. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, banyak orang memilih makanan dan minuman ringan yang manis serta menyegarkan untuk mengembalikan energi secara bertahap. Takjil umumnya dikonsumsi sebelum menyantap hidangan utama. Selain praktis, menu takjil juga beragam, mulai dari olahan tradisional hingga minuman kekinian […]

  • Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent di USD 63,38 per Barel dan WTI di USD 59,43

    Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent di USD 63,38 per Barel dan WTI di USD 59,43

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Kamis (6/11/2025) atau Jumat pagi waktu Jakarta. Penurunan ini terjadi karena investor menimbang potensi kelebihan pasokan serta pelemahan permintaan dari Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia. Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent turun 0,22% atau 14 sen menjadi USD 63,38 per barel. Sementara itu, harga […]

  • Harga Minyak Dunia Anjlok 2% Usai AS Tekan Rusia Akhiri Perang Ukraina

    Harga Minyak Dunia Anjlok 2% Usai AS Tekan Rusia Akhiri Perang Ukraina

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada Rabu, 19 November 2025, setelah laporan menyebut Amerika Serikat (AS) kembali mendorong Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina melalui sebuah kerangka kerja penyelesaian. Mengutip CNBC, Kamis (20/11/2025), harga minyak Brent berjangka turun USD 1,38 atau 2,13% menjadi USD 63,51 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) […]

  • Resep Es Blewah Markisa Segar, Takjil Simpel Favorit untuk Buka Puasa

    Resep Es Blewah Markisa Segar, Takjil Simpel Favorit untuk Buka Puasa

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Es blewah hampir selalu hadir dalam deretan takjil saat Ramadhan. Perpaduan serutan blewah yang segar dengan sirup dan perasan markisa menciptakan rasa manis-asam yang menyegarkan setelah seharian berpuasa. Minuman ini juga praktis dibuat di rumah karena bahannya mudah ditemukan dan prosesnya tidak rumit. Resep Es Blewah Markisa Bahan: 200 gram blewah, dikeruk memanjang […]

  • IHSG Menguat Pagi Ini, Dipicu Pemangkasan Suku Bunga AS

    IHSG Menguat Pagi Ini, Dipicu Pemangkasan Suku Bunga AS

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (24/11/2025) di zona hijau. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,35 persen atau 29,39 poin ke level 8.443,74. Dari ratusan konstituen, sebanyak 287 saham menguat, 202 saham melemah, dan 192 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,25 triliun. […]

  • IHSG Bergejolak, REI Sebut Dampaknya Seperti Ini

    IHSG Bergejolak, REI Sebut Dampaknya Seperti Ini

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir hingga sempat mengalami suspensi dinilai turut memberikan dampak terhadap sektor properti. Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) sekaligus praktisi properti, Bambang Ekajaya, mengatakan volatilitas pasar saham dipicu oleh penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dilansir dari laman resmi Sahabat Pegadaian, indeks MSCI […]

expand_less