Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani
JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Shinta menanggapi langkah Bank Indonesia (BI) yang memangkas porsi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi Rp707 triliun per 21 Oktober 2025. Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang bagi perbankan untuk memperluas pembiayaan. Meski begitu, Shinta menilai efek kebijakan ini tidak akan langsung terasa di sektor riil.
“Dalam jangka pendek, tambahan likuiditas kemungkinan lebih banyak mengalir ke sektor konsumtif. Sementara bagi dunia usaha, terutama UMKM, proses pemulihan dan ekspansi membutuhkan waktu serta dukungan kebijakan lanjutan,” ujarnya kepada kumparan, Sabtu (25/10).
Menurut Shinta, pemerintah perlu menyiapkan dua langkah strategis agar kebijakan moneter tersebut berdampak nyata bagi dunia usaha:
- Optimalisasi kemudahan berusaha dan efisiensi regulasi.
- Menciptakan iklim pasar yang kondusif untuk mengembalikan kepercayaan pelaku usaha dalam berinvestasi dan membuka lapangan kerja baru.
Ia menambahkan, pelonggaran likuiditas dari BI harus diiringi kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan penyederhanaan regulasi usaha.
“Sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi struktural menjadi kunci agar momentum positif ini benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.
Sebelumnya, BI melalui Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa nilai SRBI dipangkas dari Rp916 triliun menjadi Rp707 triliun untuk menambah likuiditas sekitar Rp210 triliun ke sistem keuangan nasional.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar