Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Trump Cari Kesepakatan Mineral di Asia untuk Tekan China

Trump Cari Kesepakatan Mineral di Asia untuk Tekan China

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah melakukan lawatan ke Asia dengan misi strategis: menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi dan mineral penting untuk memperkuat rantai pasokan global dan menekan dominasi China di sektor mineral strategis Lawatan ini akan menjadi pemanasan diplomatik sebelum pertemuan langsung antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC.

Sejumlah pejabat senior AS menyebut langkah Trump merupakan bagian dari strategi memperluas kemitraan dagang dan energi di kawasan Asia-Pasifik, terutama untuk mengamankan pasokan mineral tanah jarang komponen vital bagi industri pertahanan, teknologi tinggi, dan energi hijau.

“Kunjungan ini diharapkan membuka sumber daya kawasan dan memperkuat rantai pasokan global yang lebih andal,” ujar seorang pejabat senior AS kepada Bloomberg (25/10).

Trump dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN di Malaysia, lalu melanjutkan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan sebelum bertemu Xi Jinping. Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pasokan mineral tanah jarang (rare earth elements). China diketahui menguasai lebih dari 70% pasokan global mineral penting yang digunakan dalam pembuatan semikonduktor, baterai listrik, dan sistem senjata canggih.

Langkah Beijing memperketat ekspor mineral strategis dianggap sebagai bentuk tekanan dalam perang dagang yang kembali memanas antara kedua negara. Sebagai respons, Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100% terhadap produk China mulai 1 November 2025, bila pembatasan ekspor tidak dicabut.

Sebelum tiba di Asia, Trump telah menandatangani kesepakatan penting dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk memperluas akses AS terhadap pasokan mineral kritis senilai USD 8,5 miliar. Kesepakatan itu meliputi proyek eksplorasi dan pemrosesan lithium, nikel, kobalt, dan grafit, yang semuanya diperlukan untuk mendukung industri kendaraan listrik AS dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“AS harus memastikan tidak lagi bergantung pada China untuk mineral strategis,” tegas Trump dalam pernyataan resminya di Washington.

Selain isu mineral, Trump juga membawa agenda ekonomi dan geopolitik lainnya ke meja perundingan, termasuk:

  • Dorongan agar China kembali membeli kedelai dari AS,
  • Penindakan atas peredaran fentanil,
  • Serta tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Trump juga akan meluncurkan penyelidikan baru terhadap kepatuhan China pada perjanjian dagang terbatas yang dibuat saat masa jabatan pertamanya.
Langkah itu dinilai akan menjadi alat tawar menawar politik menjelang negosiasi tarif sementara yang akan berakhir November mendatang.

Selama lawatannya, Trump akan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Kedua negara disebut tengah menjajaki kesepakatan dagang baru dengan AS untuk menurunkan tarif ekspor dan memperkuat kerja sama teknologi strategis.

“Kawasan Asia kini menjadi arena utama perebutan pengaruh ekonomi antara AS dan China,” tulis analis kebijakan luar negeri dari Council on Foreign Relations.

Dengan lawatan ini, Trump berupaya memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemain utama dalam rantai pasok global, sekaligus mengirim pesan tegas ke Beijing bahwa era ketergantungan ekonomi terhadap China akan berakhir.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus 4.700 Dolar

    Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus 4.700 Dolar

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi. Saat ini sudah di level 4.591 dolar AS per troy ounce dan berpeluang melanjutkan penguatan dalam sepekan ke depan. Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuabi mengatakan kenaikan ini dipicu kombinasi faktor politik Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral, hingga memanasnya tensi geopolitik global. Kenaikan ini […]

  • Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga negara utama sepanjang 2025, yakni China, Australia, dan Brasil. Meski demikian, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, China menjadi negara penyumbang […]

  • Prabowo Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Pusat dan Daerah Jelang Akhir Tahun

    Prabowo Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Pusat dan Daerah Jelang Akhir Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti lambatnya penyerapan anggaran pemerintah pusat maupun daerah menjelang akhir tahun. Sorotan itu disampaikan dalam rapat khusus yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum keberangkatannya menuju Australia. Bahkan, Prabowo rela menunda penerbangan selama dua jam demi membahas persoalan tersebut. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa salah […]

  • Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus […]

  • Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa keberadaan dan ekspansi toko ritel modern di daerah tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan ini disampaikan di tengah wacana pembatasan ritel modern seiring penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan bahwa aktivitas usaha ritel modern telah memiliki […]

  • Cuaca Jambi Didominasi Hujan dan Petir Sepekan ke Depan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    Cuaca Jambi Didominasi Hujan dan Petir Sepekan ke Depan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi selama sepekan ke depan menunjukkan kondisi yang didominasi hujan ringan, hujan petir, serta potensi petir di hampir seluruh kabupaten dan kota. Data terbaru dari prakiraan cuaca harian menampilkan pola cuaca yang dinamis, dengan kelembapan tinggi dan rentang suhu yang relatif stabil. Kerinci: Didominasi Udara Kabur dan Berawan […]

expand_less