Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Olahraga » KOI Akan Bertemu IOC di Swiss Bahas Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

KOI Akan Bertemu IOC di Swiss Bahas Dampak Penolakan Visa Atlet Israel

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memastikan akan bertemu langsung dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 28 Oktober 2025 di Lausanne, Swiss, untuk membahas dampak penolakan visa atlet Israel yang sempat memicu sorotan global. Langkah diplomatik olahraga Indonesia memasuki babak penting. Setelah polemik penolakan visa atlet Israel mengguncang hubungan dengan IOC, kini KOI bersiap membawa penjelasan resmi langsung ke markas besar organisasi Olimpiade dunia.

Raja Sapta menegaskan bahwa pertemuan dengan IOC tersebut telah dijadwalkan sejak lama sebagai bagian dari upaya NOC Indonesia menjaga komunikasi terbuka dengan lembaga internasional itu, serta memberikan penjelasan menyeluruh mengenai konteks situasi politik dan hukum di Indonesia.

“Banyak hal yang akan didiskusikan bersama IOC, termasuk membahas keputusan terkini IOC yang menghentikan komunikasi dengan kami,” ujar Raja Sapta di Jakarta, Sabtu (25/10).

Menurutnya, pertemuan tatap muka di Lausanne menjadi langkah penting untuk mencari solusi konstruktif terkait hubungan Indonesia dengan IOC di tengah situasi sensitif ini. Raja Sapta mengakui bahwa penolakan visa atlet Israel membawa konsekuensi diplomatik tersendiri. Namun, ia menilai penjelasan langsung akan memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada IOC terkait alasan kebijakan pemerintah Indonesia.

“Sampai saat ini IOC belum menghubungi saya secara langsung, jadi memang perlu kami datang ke kantor pusat IOC di Lausanne agar bisa dijelaskan secara terbuka dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan tersebut membuka ruang dialog positif antara NOC Indonesia dan IOC, sekaligus memastikan posisi Indonesia tetap sejalan dengan prinsip-prinsip Olimpiade, terutama dalam menjaga nilai sportivitas dan perdamaian dunia. Penolakan visa terhadap atlet Israel yang dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada pertengahan Oktober memicu perhatian luas komunitas olahraga internasional.

Akibat kebijakan tersebut, Komite Eksekutif IOC memutuskan menghentikan seluruh bentuk dialog dengan KOI terkait rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade dan ajang olahraga internasional lainnya.

“Tindakan seperti ini merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan menghalangi Gerakan Olimpiade untuk menunjukkan kekuatan olahraga,” tulis IOC dalam laman resminya, Kamis (23/10).

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pembatalan visa kontingen Israel memiliki dasar hukum dan alasan keamanan yang kuat. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa keputusan tersebut berdasarkan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai konstitusi Indonesia.

“Langkah pembatalan visa ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan sejalan dengan UUD 1945, yang menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum serta melaksanakan ketertiban dunia,” kata Erick di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap mendukung semangat perdamaian dan fair play dalam olahraga, namun dalam batas yang tidak bertentangan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia. Pertemuan antara KOI dan IOC diharapkan dapat menghasilkan solusi diplomatik yang seimbang  menjaga kedaulatan kebijakan nasional Indonesia, sekaligus memastikan keberlanjutan partisipasi Indonesia dalam ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa olahraga tetap menjadi jembatan perdamaian, bukan sumber perpecahan,” ujar Raja Sapta menutup.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI Terkait Penipuan Rp2,4 Triliun

    Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI Terkait Penipuan Rp2,4 Triliun

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bareskrim Polri menahan Direktur Utama dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia (DSI) terkait kasus dugaan penipuan atau fraud dengan nilai kerugian mencapai Rp2,4 triliun. Penahanan dilakukan setelah keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, tersangka yang ditahan masing-masing berinisial TA selaku Direktur Utama […]

  • Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Toko Offline

    Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Toko Offline

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa bisnis daring atau online tidak mengganggu keberlangsungan perdagangan di toko-toko offline. Ia menilai, penjualan online justru membuka ruang lebih besar bagi pedagang untuk memperluas pasar. Menurut Budi, banyak pelaku UMKM yang terbantu dengan hadirnya bisnis online karena model usaha ini selaras dengan perkembangan zaman dan tidak […]

  • Mengapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medis Dokter

    Mengapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medis Dokter

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anjuran berbuka puasa dengan makanan manis bukan sekadar tradisi turun-temurun. Secara medis, kebiasaan tersebut memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan kondisi tubuh setelah berpuasa seharian. Kepala Departemen Kedokteran Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Agus Sukaca, M.Kes, menjelaskan bahwa setelah lebih dari 13 jam tidak makan dan minum, tubuh mengalami […]

  • Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga tercatat mengalami […]

  • Drag Race Penuh Gengsi, Chevrolet Corvette ZR1 Kalahkan Ferrari 296 GTB

    Drag Race Penuh Gengsi, Chevrolet Corvette ZR1 Kalahkan Ferrari 296 GTB

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Duel dua supercar papan atas kembali memanaskan dunia otomotif. Dalam sebuah balapan drag race, Chevrolet Corvette ZR1 sukses mengungguli Ferrari 296 GTB, hasil yang langsung menyita perhatian para pecinta mobil performa tinggi. Pertarungan ini mempertemukan dua filosofi berbeda dari Amerika Serikat dan Italia. Corvette ZR1 hadir dengan pendekatan klasik berupa mesin V8 supercharged […]

  • Emas Antam Terjun Bebas, Cek Harga Terbaru Disini

    Emas Antam Terjun Bebas, Cek Harga Terbaru Disini

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok hari ini. Dari semula Rp3.027.000, kini menjadi Rp2.844.000 per gram. Dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (3/2/2026), harga emas Antam anjlok Rp183.000. Sepanjang 2026, harga emas Antam masih melonjak 14%. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp 2.488.000 per gram. Sementara harga beli kembali […]

expand_less