Uang Beredar September 2025 Tembus Rp2.152 Triliun, Dipicu Dana SAL dan Turunnya Suku Bunga BI
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang primer (M0) adjusted yang beredar pada September 2025 mencapai Rp2.152,4 triliun, tumbuh 18,6 persen secara tahunan (yoy). Angka ini melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,3 persen yoy dengan nilai Rp1.961,3 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan uang beredar ini mencerminkan dampak positif dari kebijakan likuiditas yang diterapkan sejak awal tahun.
“Pertumbuhan M0 adjusted sudah memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas, yang merupakan bagian dari langkah pengendalian moneter untuk menjaga stabilitas sistem keuangan,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10).
Kenaikan uang beredar ini ditopang oleh pertumbuhan giro bank umum di BI yang meningkat 37,0 persen yoy, serta uang kartal yang diedarkan tumbuh 13,5 persen yoy. Penyesuaian indikator M0 adjusted sendiri mulai diberlakukan sejak Januari 2025, untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas perekonomian nasional.
Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan bahwa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebesar Rp200 triliun turut mendorong kenaikan jumlah uang beredar.
Kebijakan tersebut sejalan dengan pelonggaran moneter dan penurunan suku bunga acuan BI sebesar 150 basis poin sejak September 2024.
“Kebijakan moneter longgar dan penempatan dana SAL pemerintah di perbankan mendorong kenaikan jumlah uang beredar,” ujar Perry.
Selain itu, ekspansi keuangan pemerintah melalui peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Net Claims on Government) juga menjadi faktor pendorong tambahan.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar