Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Regional » Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Belakangan ini, istilah healing semakin akrab di telinga generasi muda. Dari liburan singkat ke Bali, nongkrong di kafe estetik, hingga sekadar rebahan di kamar dengan lilin aromaterapi, semua bisa disebut healing. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah budaya healing benar-benar menjadi bentuk self-care, atau justru berkembang menjadi gaya hidup konsumtif yang dibungkus dengan citra “keren”?

Arti Awal Healing yang Kini Bergeser

Secara harfiah, healing berarti proses penyembuhan, baik secara fisik maupun emosional. Namun, makna ini kini meluas menjadi segala bentuk aktivitas yang dianggap mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan sesaat.

Media sosial memainkan peran besar dalam pergeseran makna ini. Unggahan bertema weekend healing dengan latar kopi cantik, pantai berpasir putih, atau vila sejuk di pegunungan, seolah menjadi standar baru kebahagiaan. Akibatnya, banyak anak muda merasa perlu melakukan hal serupa untuk mendapatkan peace of mind.

“Setiap kali lelah, kita tidak lagi sekadar istirahat, tetapi harus healing — seolah butuh pembenaran untuk berhenti dari rutinitas,” tulis penulis artikel, Jeanete Nicole Alicia, siswi Penabur Junior College Kelapa Gading, dalam unggahan di Kumparan, Jumat (24/10/2025).

Tekanan Sosial dan Budaya Produktivitas

Fenomena ini muncul dari tekanan hidup modern. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang menuntut produktivitas tinggi, performa sempurna, dan citra positif di media sosial.

Kondisi ini melahirkan kebutuhan besar untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Healing menjadi simbol dari hak untuk jeda, izin untuk tidak selalu “baik-baik saja.” Namun, dalam praktiknya, healing sering berubah menjadi ajang konsumsi dan pembuktian sosial.

“Banyak orang merasa perlu membeli tiket pesawat, spa mahal, atau kopi premium hanya untuk disebut sedang healing,” tulis Jeanete.

Dari Self-Care ke Konsumerisme Terselubung

Data Google Trends mencatat peningkatan tajam pencarian kata healing place dan retreat Indonesia sejak tahun 2022.

Fenomena ini diikuti dengan melonjaknya industri pariwisata, kafe tematik, serta produk-produk self-care seperti lilin aromaterapi, journaling kit, dan skincare.

Istilah retail therapy atau terapi belanja pun semakin populer — banyak orang merasa membeli barang lucu bisa memperbaiki suasana hati, meski hanya sementara.

Namun, psikolog mengingatkan bahwa self-care sejati bukan diukur dari jumlah uang yang dihabiskan, melainkan dari kesadaran untuk berhenti dan memahami kebutuhan diri sendiri.

Media Sosial dan Ilusi “Hidup Damai”

Platform seperti Instagram dan TikTok memoles citra healing menjadi sesuatu yang aesthetic. Video pantai senja, musik lembut, dan wajah tenang menciptakan narasi visual bahwa ketenangan bisa “dibeli”.

Fenomena ini menimbulkan social comparison  kecenderungan membandingkan hidup dengan orang lain yang tampak lebih bahagia.

Ironisnya, semakin sering mengejar momen seperti itu, semakin muncul rasa “belum cukup bahagia”.

“Kadang orang pergi berlibur bukan untuk menikmati waktu, tetapi demi hasil foto yang layak diunggah. Kalau sepanjang perjalanan yang dipikirkan hanya konten, apakah itu masih healing?” tulis Jeanete dalam refleksinya.

Healing yang Sebenarnya Tidak Harus Mahal

Banyak ahli psikologi menyebut bahwa healing sejati justru sederhana.

Bisa berupa tidur cukup, berjalan santai tanpa ponsel, berbicara jujur dengan teman dekat, atau menulis jurnal pribadi.

Menurut American Psychological Association (APA), aktivitas seperti mindfulness dan istirahat rutin terbukti menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan jangka panjang. Sayangnya, kegiatan sederhana ini sering dianggap “kurang keren” karena tidak bisa dijadikan konten.

Sisi Positif Tren Healing

Meski sering dikritik, budaya healing tetap memiliki sisi positif.

Tren ini mendorong kesadaran baru tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan generasi muda. Jika dulu stres dan burnout dianggap tabu dibicarakan, kini semakin banyak anak muda berani mengaku lelah dan mencari bantuan profesional.

Artinya, di balik citra konsumtif, ada nilai penting yang tumbuh: generasi yang lebih sadar diri, tahu kapan harus berhenti, dan berani memprioritaskan keseimbangan hidup.

Antara Penyembuhan dan Pelarian

Budaya healing ibarat dua sisi mata uang. Ketika dilakukan dengan kesadaran, ia bisa menjadi momen refleksi yang menyembuhkan. Namun, jika dijalani hanya karena tren atau ingin terlihat “tenang” di media sosial, hasilnya justru membuat lelah.

Kebahagiaan sejati bukan berasal dari tempat estetik atau barang mahal, melainkan dari pikiran yang tenang dan hati yang menerima.

Sebelum berkata “healing dulu”, mungkin perlu bertanya: apakah ini benar-benar penyembuhan, atau hanya pelarian sesaat?

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Suplai Energi di Aceh usai Banjir dan Longsor

    Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Suplai Energi di Aceh usai Banjir dan Longsor

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung sejumlah titik layanan energi di Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan bersama jajaran Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kelancaran suplai BBM dan LPG bagi masyarakat. Simon menyebut distribusi energi saat ini mulai pulih secara bertahap di Aceh, Sumatera Utara, dan […]

  • Bongkar Alasan Al Haris Jatuh Hati pada PT Semen Baturaja Setelah Tinggalkan Semen Padang

    Bongkar Alasan Al Haris Jatuh Hati pada PT Semen Baturaja Setelah Tinggalkan Semen Padang

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menerima audiensi jajaran pimpinan PT Semen Baturaja di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (24/11/2025). Pertemuan tersebut membahas perubahan wilayah pemasaran semen di Provinsi Jambi setelah dialihkan dari PT Semen Padang ke PT Semen Baturaja yang berada di bawah Semen Indonesia Group. Dalam audiensi itu, Al Haris didampingi Kepala Dinas […]

  • Zhong Shanshan, dari Tukang Bangunan Jadi Orang Terkaya di China

    Zhong Shanshan, dari Tukang Bangunan Jadi Orang Terkaya di China

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kisah hidup Zhong Shanshan menjadi salah satu perjalanan paling inspiratif di dunia bisnis modern. Pria kelahiran Hangzhou, Tiongkok, ini memulai hidup dari bawah sebagai tukang bangunan, hingga kini menjelma menjadi orang terkaya di China dengan total kekayaan mencapai Rp1.257 triliun. Menurut laporan Hurun Research Institute, Zhong menempati posisi puncak Daftar Orang Terkaya Tiongkok […]

  • Harga Minyak Dunia Naik 5 Persen Usai AS Jatuhkan Sanksi ke Dua Raksasa Energi Rusia

    Harga Minyak Dunia Naik 5 Persen Usai AS Jatuhkan Sanksi ke Dua Raksasa Energi Rusia

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga lebih dari 5 persen pada perdagangan Kamis (23/10/2025) waktu setempat. Lonjakan ini dipicu oleh keputusan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap dua perusahaan minyak terbesar asal Rusia, yakni Rosneft dan Lukoil. Langkah ini diambil karena Washington menilai Moskow belum menunjukkan komitmen […]

  • Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 0,75%, Tiga Anggota Dewan Dorong Kenaikan

    Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 0,75%, Tiga Anggota Dewan Dorong Kenaikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,75 persen dalam rapat kebijakan yang berakhir Selasa, 28 April 2026. Namun, keputusan tersebut tidak bulat. Tiga dari sembilan anggota dewan justru mengusulkan kenaikan suku bunga menjadi 1 persen. Perbedaan pandangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, terutama akibat konflik geopolitik di […]

  • Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas Antam terpantau naik lagi. Dikutip dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2p026), emas Antam melesat Rp16.000 ke level Rp3.039.000 per gram dari sebelumnya Rp3.023.000. Selain itu, harga buyback emas Antam juga ikut melesat. Hari ini harga buyback emas Antam bertambah Rp 16.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam […]

expand_less