115 Desa di Aceh Masih Terisolasi hingga Hari ke-21 Pascabencana
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- comment 0 komentar

Warga desa di aceh mengungsi karna desanya udah menghilang akibat banjir bandang.
JAMBINIS.COM – Sebanyak 115 desa di Provinsi Aceh masih terisolasi hingga hari ke-21 pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh akses jalur darat yang terputus dan belum sepenuhnya pulih.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, keterbatasan akses darat membuat penyaluran bantuan logistik ke wilayah terdampak harus dioptimalkan melalui jalur udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, terdapat tiga kabupaten di Aceh yang masih menjadi perhatian khusus karena akses darat di sejumlah titik belum dapat dilalui secara normal.
Ketiga kabupaten tersebut yakni Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
“Untuk Provinsi Aceh ada tiga kabupaten yang saat ini masih dalam atensi khusus karena status akses darat yang masih terbatas di beberapa titik,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan darurat bencana, Minggu (14/12/2025).
Muhari merinci, di Kabupaten Bener Meriah terdapat empat kecamatan dengan 15 desa yang terdampak. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, tujuh kecamatan dengan total 73 desa masih dalam kondisi terisolasi.
Adapun di Kabupaten Gayo Lues, terdapat tiga kecamatan dengan 27 desa yang hingga kini belum memiliki akses darat yang normal. Data tersebut merupakan laporan hingga 13 Desember 2025.
Menurut Muhari, status terisolasi terjadi karena jalur darat yang masih terputus akibat dampak bencana. Oleh sebab itu, BNPB bersama pihak terkait terus mengupayakan distribusi bantuan logistik dengan memanfaatkan jalur udara.
“Dukungan logistik untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi dioptimalkan melalui jalur udara, terutama untuk desa-desa yang sulit dijangkau menggunakan akses darat,” kata Muhari.
Selain logistik kebutuhan pokok, BNPB juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas untuk wilayah terdampak terus disalurkan melalui jalur udara guna mendukung aktivitas masyarakat dan proses pemulihan pascabencana.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar