Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » Pemprov Jambi Soroti Arus TBS ke Luar Daerah, DBH Tinggal Rp7 Miliar

Pemprov Jambi Soroti Arus TBS ke Luar Daerah, DBH Tinggal Rp7 Miliar

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ada persoalan yang mulai disorot Pemerintah Provinsi Jambi di balik komoditas kelapa sawit. Tandan buah segar (TBS) asal Jambi disebut mengalir ke pabrik pengolahan kelapa sawit di luar provinsi.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi kini menelusuri informasi tersebut, terutama TBS yang berasal dari wilayah perbatasan. Dugaan sementara, perbedaan harga menjadi pemicu petani memilih menjual hasil panennya ke pabrik di daerah tetangga.

Kepala BKAD Provinsi Jambi Agus Pirngadi mengatakan, harga pembelian TBS di sejumlah pabrik luar Jambi dinilai lebih kompetitif. Kondisi itu membuat penjualan ke luar daerah dianggap lebih menguntungkan bagi petani.

“Informasinya terkait persoalan harga, di pabrik kelapa sawit luar Jambi lebih kompetitif, menguntungkan bagi mereka untuk menjual di sana,” kata Agus baru-baru ini.

Menurut Agus, arus TBS keluar provinsi perlu mendapat perhatian. Sebab, persoalannya bukan hanya menyangkut transaksi jual beli hasil perkebunan, tetapi juga aktivitas ekonomi yang muncul setelah TBS masuk ke pabrik pengolahan.

Ketika TBS diolah di daerah lain, aktivitas industri, tenaga kerja hingga nilai tambah dari proses pengolahan juga tercipta di luar Jambi.

Persoalan tersebut kini menjadi salah satu bahan kajian Pemprov Jambi, terutama di tengah terus menurunnya dana bagi hasil (DBH) sawit yang diterima daerah dalam tiga tahun terakhir.

BKAD mencatat penerimaan DBH sawit Jambi turun cukup tajam. Pada tahun pertama, penerimaan mencapai sekitar Rp36 miliar. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp12 miliar pada tahun kedua dan kembali merosot menjadi sekitar Rp7 miliar pada tahun ketiga.

Di tengah kondisi tersebut, Agus mendorong penguatan posisi petani melalui kelembagaan. Salah satunya dengan mendorong gabungan kelompok tani (gapoktan) membentuk organisasi yang dapat mengembangkan pabrik kelapa sawit mini di sekitar sentra produksi.

“Kami sangat berharap gapoktan ini minimal bisa membentuk satu organisasi yang mereka dapat dimandatorikan untuk mendirikan pabrik kelapa sawit mini,” ujarnya.

Keberadaan pabrik mini tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi petani dalam memasarkan TBS. Dengan pengolahan yang dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi, TBS tidak harus dikirim ke luar provinsi.

Langkah itu sekaligus berpotensi mendorong terciptanya nilai tambah komoditas sawit di Jambi.

Meski demikian, Agus menegaskan informasi mengenai arus TBS keluar daerah masih sebatas informasi yang perlu diverifikasi. Pemprov Jambi akan melakukan penelitian dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah yang diperlukan agar potensi ekonomi dari komoditas sawit dapat lebih banyak berputar di Jambi.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun hingga akhir November 2025, melesat 21,25% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 2,4 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien. Adapun, penyaluran kredit bank bersandi saham BBTN ini sebesar Rp 386,47 triliun […]

  • Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir) mendesak pemerintah meninjau ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang pengenaan denda administratif di bidang kehutanan. Aturan baru tersebut dinilai sangat memberatkan petani sawit dan dapat mengancam keberlanjutan industri sawit nasional. Ketua Umum Aspekpir Setiyono menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Ia menilai, mayoritas […]

  • Turun Tajam! Harga Perak Antam Dijual Rp47.050 per Gram

    Turun Tajam! Harga Perak Antam Dijual Rp47.050 per Gram

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak keluaran Antam masih belum stabil. Pada perdagangan Senin (13/4/2026) ini harga perak Antam kembali merosot. Koreksi harga ini mengikuti harga emas Antam dan perak dunia. Berdasarkan data dari laman logam mulia, harga perak Antam lebih murah Rp1.200. Seiring koreksi harga itu, harga perak Antam ditetapkan Rp47.050 dari sebelumnya Rp48.250. Antam menawarkan […]

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

  • Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US3,91

    Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US$123,91

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) nanjak lagi. Pada periode II Juni 2026, HBA ditetapkan naik menjadi US$123,91 per ton, dari sebelumnya US$121,83 per ton pada periode I Juni 2026. Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diakses Rabu (17/6/2026). Tren positif ini menegaskan bahwa komoditas […]

  • Kembali Menanjak, Harga Emas Antam Tembus Rp2,92 Juta per Gram

    Kembali Menanjak, Harga Emas Antam Tembus Rp2,92 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam melesat lagi. Hari ini harga satu gram emas Antam sudah di level Rp2.922.000. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, Kamis (2/4/2026), harga emas Antam naik Rp20.000 per gram dari sebelumnya Rp2.902.000 menjadi Rp2.922.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali yang kini berada […]

expand_less