Kekayaan Prodigy AI China Meningkat hingga Rp 385,2 Triliun Gegara Sanksi AS
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Saham Cambricon melejit lebih dari 765% karena dukungan pemerintah China.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Chen Tianshi mungkin tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi salah satu orang terkaya di dunia ketika memulai perusahaan rintisannya pada 2019. Saat itu, satu-satunya pelanggan terbesar Cambricon Technologies, Huawei, tiba-tiba menghentikan hampir seluruh kerja sama demi mengembangkan chip mereka sendiri. Lebih dari 95% pendapatan Cambricon hilang seketika.
Namun, perubahan besar datang dari arah yang tak terduga. Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) memutus akses China terhadap chip berteknologi tinggi justru membuka peluang besar bagi Chen. Kebijakan tersebut mendorong China mempercepat kemandirian teknologi dan menumbuhkan pasar terlindungi bagi produsen chip lokal. Situasi ini menjadi batu loncatan Chen menuju daftar miliarder dunia.
Dalam 24 bulan terakhir, saham Cambricon melejit lebih dari 765%. Kekayaan Chen, yang sebagian besar berasal dari kepemilikan 28% saham, melonjak menjadi US$ 22,5 miliar (Rp 376,8 triliun) sejak awal tahun, menurut Bloomberg Billionaires Index, Senin (17/11/2025).
Kenaikan pesat ini mencerminkan kuatnya dukungan pemerintah China terhadap industri kecerdasan buatan (arrtificial intelligence/ AI) domestik, yang melahirkan jajaran elite teknologi baru dengan hubungan erat pada kebijakan negara. Ketika sanksi AS mempersempit akses China terhadap chip canggih, perusahaan seperti Cambricon menjelma menjadi “juara nasional” yang memperoleh perlindungan regulasi dan dukungan investor.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pertumbuhan Cambricon lebih banyak didorong oleh kebijakan protektif ketimbang keunggulan teknis chip-nya.
“Pertumbuhan pendapatan Cambricon yang meledak terutama berasal dari titik awal yang rendah, sehingga valuasinya dapat terlalu tinggi tanpa dukungan kebijakan berkelanjutan,” ujar Direktur Chanson & Co. Shen Meng.
Meski masih jauh dari kekayaan pendiri Nvidia Jensen Huang, Chen kini menjadi orang terkaya ketiga di dunia berusia 40 tahun ke bawah, di belakang pewaris Walmart dan Red Bull, Lukas Walton dan Mark Mateschitz.
Popularitas Cambricon semakin melonjak sejak Agustus, setelah pemerintah China mendorong perusahaan lokal untuk menghindari chip H20 milik Nvidia, terutama dalam proyek terkait pemerintah. Pemerintah juga mengharuskan perusahaan teknologi membeli chip produksi dalam negeri, yang langsung meningkatkan permintaan terhadap Cambricon.
Meski demikian, perusahaan mengingatkan para investor agar tidak terbawa euforia, mengutip hambatan akibat sanksi AS dan fakta teknologi mereka masih tertinggal beberapa tahun dari Nvidia. Meski ada spekulasi mengenai chip baru Siyuan 690, analis menilai kemampuan chip tersebut belum dapat menyamai pesaing global.
Chen sendiri merupakan produk dari sistem pendidikan unggulan China. Lahir pada 1985 di Nanchang, Chen dan kakaknya, Chen Yunji, sejak dini dipilih masuk program siswa berbakat di University of Science and Technology of China. Ia meraih gelar doktor ilmu komputer pada 2010 sebelum bekerja sebagai peneliti di Chinese Academy of Sciences, tempat proyek chip pertama yang mengantarkannya dikenal publik lahir.
Cambricon berdiri sebagai perusahaan pada 2016 dengan dukungan awal dari akademi tersebut. Perusahaan mencetak terobosan pada 2017 ketika chip AI-nya digunakan dalam ponsel Huawei Mate 10. Namun kerja sama itu berakhir ketika Huawei mengembangkan solusi internal sendiri pada 2019.(*)
- Penulis: darmanto zebua

Saat ini belum ada komentar