IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Imlek
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) seiring meningkatnya aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 53,08 poin atau 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut terkoreksi 9,73 poin atau 1,16 persen ke level 829,67.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal serta aksi profit taking menjelang libur panjang.
“Selain tekanan eksternal, pasar juga cenderung defensif karena libur panjang Imlek berpotensi meningkatkan tekanan jual,” ujarnya.
Dari dalam negeri, pelaku pasar memilih berhati-hati menunggu hasil rapat kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pekan depan. Investor juga mencermati dinamika independensi bank sentral pasca pelantikan Deputi Gubernur baru.
Sikap wait and see ini membuat sebagian investor memilih mengamankan keuntungan setelah penguatan IHSG dalam beberapa sesi sebelumnya.
Dari eksternal, bursa kawasan Asia ikut bergerak melemah mengikuti penurunan Wall Street. Kekhawatiran terhadap dampak perkembangan Artificial Intelligence (AI) pada sektor tertentu turut membebani pasar.
Selain itu, pelaku pasar global menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Inflasi AS diperkirakan melambat menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,7 persen. Sementara inflasi inti diprediksi turun menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen.
Data ketenagakerjaan AS Januari 2026 yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya juga membuat pasar memprediksi pemangkasan suku bunga pertama kemungkinan mundur ke Juli 2026.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren konsolidasi dengan potensi volatilitas tinggi menjelang keputusan suku bunga BI dan arah kebijakan global. Pelaku pasar disarankan mencermati saham-saham defensif serta sektor yang memiliki fundamental kuat di tengah ketidakpastian global.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar