Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Pertamax dan Pertamax Green Berpotensi Naik, Pertamina Patra Niaga Masih Evaluasi

Harga Pertamax dan Pertamax Green Berpotensi Naik, Pertamina Patra Niaga Masih Evaluasi

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada 18 April 2026. Kenaikan ini memicu pertanyaan publik terkait kemungkinan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, harga Pertamax masih bertahan di level Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green berada di angka Rp12.900 per liter. Kedua jenis BBM tersebut belum mengalami kenaikan seperti produk nonsubsidi lainnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga kedua BBM tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi sendiri mengacu pada Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM. Regulasi ini memungkinkan perubahan harga mengikuti dinamika pasar global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.

Dalam kebijakan terbaru, harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan BBM subsidi yang masih diatur pemerintah.

Kenaikan harga BBM di Indonesia juga tidak terlepas dari dampak geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga mendekati US$100 per barel. Sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Jepang juga telah lebih dulu menyesuaikan harga BBM mereka.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan siap mengundurkan diri jika terbukti berbohong terkait informasi dana Rp 4,1 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang disebut masih mengendap di bank. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam perjalanan menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Momen […]

  • Era Prabowo, Dana Riset Kemendiktisaintek Melonjak 218 Persen

    Era Prabowo, Dana Riset Kemendiktisaintek Melonjak 218 Persen

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan bahwa dana riset mengalami kenaikan signifikan hingga 218 persen pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Stella, lonjakan anggaran tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu satu tahun dan menjadi bukti kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor riset dan inovasi nasional. “Di bawah […]

  • Buruh Industri Tembakau Dukung  Menkeu Purbaya, Tolak Wacana Kemasan Rokok Polos

    Buruh Industri Tembakau Dukung  Menkeu Purbaya, Tolak Wacana Kemasan Rokok Polos

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serikat pekerja sektor industri hasil tembakau (IHT) menyatakan penolakan terhadap wacana penyeragaman kemasan rokok polos (plain packaging) yang tengah dibahas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kelompok buruh menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan industri rokok legal serta mengancam keberlanjutan lapangan kerja. Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Sudarto AS, mengungkapkan bahwa penerapan kemasan polos dapat berdampak langsung […]

  • KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, Sejumlah Perjalanan Kereta Bandung–Jakarta Dibatalkan

    KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, Sejumlah Perjalanan Kereta Bandung–Jakarta Dibatalkan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) sebagai dampak dari insiden anjloknya KA Purwojaya di emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/10/2025). Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas adanya pembatalan sejumlah perjalanan […]

  • Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan akan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam proses negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan Pemerintah China. Komitmen itu disampaikan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyelesaian kewajiban konsorsium. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025). Rupiah dibuka di level Rp 16.641 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi di tengah pasar sepi libur Thanksgiving dan ekspektasi pemangkasan The Fed. Rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dari sebelumnya Rp16.636 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

expand_less