Harga Minyak Dunia Tembus US$112 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran
- account_circle say say
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Serangan Fasilitas Energi Iran
JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis (19/3/2026) setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap fasilitas energi di Iran.
Minyak mentah jenis Brent crude oil tercatat naik 4,27 persen menjadi US$112 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,73 persen ke level US$98,95 per barel.
Lonjakan harga dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan fasilitas energi Iran, termasuk ladang gas raksasa South Pars yang menjadi salah satu cadangan gas terbesar di dunia.
Fasilitas tersebut diketahui menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan gas domestik Iran, sehingga gangguan operasionalnya langsung memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selain itu, konflik yang terus memanas juga berdampak pada jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.
Gangguan di jalur strategis ini diperkirakan menyebabkan penurunan produksi minyak di kawasan Timur Tengah hingga 7 juta sampai 10 juta barel per hari, atau sekitar 7–10 persen dari permintaan global.
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bahkan memperingatkan akan menargetkan fasilitas energi negara-negara sekutu Amerika Serikat.
Ancaman tersebut mencakup negara-negara produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang berpotensi memperluas gangguan pasokan energi global.
Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan di sektor energi, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga berbagai komoditas global, termasuk biaya transportasi dan logistik.
Sejumlah analis memperingatkan, jika eskalasi konflik terus berlanjut, harga minyak dunia berpotensi menembus level yang lebih tinggi dan memberi tekanan terhadap perekonomian global.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar