Senin, 4 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Minyak Dunia Tembus US$112 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

Harga Minyak Dunia Tembus US$112 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

  • account_circle say say
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2026

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis (19/3/2026) setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap fasilitas energi di Iran.

Minyak mentah jenis Brent crude oil tercatat naik 4,27 persen menjadi US$112 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,73 persen ke level US$98,95 per barel.

Lonjakan harga dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan fasilitas energi Iran, termasuk ladang gas raksasa South Pars yang menjadi salah satu cadangan gas terbesar di dunia.

Fasilitas tersebut diketahui menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan gas domestik Iran, sehingga gangguan operasionalnya langsung memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Selain itu, konflik yang terus memanas juga berdampak pada jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.

Gangguan di jalur strategis ini diperkirakan menyebabkan penurunan produksi minyak di kawasan Timur Tengah hingga 7 juta sampai 10 juta barel per hari, atau sekitar 7–10 persen dari permintaan global.

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bahkan memperingatkan akan menargetkan fasilitas energi negara-negara sekutu Amerika Serikat.

Ancaman tersebut mencakup negara-negara produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang berpotensi memperluas gangguan pasokan energi global.

Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan di sektor energi, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga berbagai komoditas global, termasuk biaya transportasi dan logistik.

Sejumlah analis memperingatkan, jika eskalasi konflik terus berlanjut, harga minyak dunia berpotensi menembus level yang lebih tinggi dan memberi tekanan terhadap perekonomian global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Ngamuk Lagi! Pangkalan AS dan Israel Dibombardir

    Iran Ngamuk Lagi! Pangkalan AS dan Israel Dibombardir

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan serangan terhadap Israel dan pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026). Serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal jarak menengah hingga jarak jauh sebagai bagian dari operasi balasan Iran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah Iran, IRGC menyebut sejumlah […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

    ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari PT Pertamina (Persero) mulai April 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghentikan impor solar secara bertahap. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

  • Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    Utang Jatuh Tempo Rp 833,9 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Fiskal Berat

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menghadapi tekanan fiskal yang kian berat pada 2026 seiring besarnya utang jatuh tempo yang mencapai Rp 833,9 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan menandai fase krusial dalam pengelolaan keuangan negara. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun oleh Institute for Strategic and Economic Action […]

  • Setahun Pemerintahan Prabowo, Sektor ESDM Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja dan PNBP Rp183 Triliun

    Setahun Pemerintahan Prabowo, Sektor ESDM Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja dan PNBP Rp183 Triliun

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian positif di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia berhasil membukukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp183 triliun serta membuka lebih dari 276 ribu lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Bahlil menegaskan bahwa arah pembangunan sektor […]

  • Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap kebutuhan impor mobil pikap 4×4 untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 160.000 unit. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan tersebut tidak hanya berasal dari India, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti China dan Jepang. Ia merinci, sebanyak 13.500 unit […]

expand_less