Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Jajaran direksi PT ABM Investama Tbk. (ABMM) berfoto bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose di Jakarta, Jumat (25/4/2025).
JAMBISNIS.COM – Emiten holding investasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM), menyiapkan strategi ekspansi agresif pada 2026 meskipun kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih ABMM tercatat sebesar US$70,61 juta atau merosot 49,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$139,36 juta. Penurunan ini juga diikuti oleh pendapatan yang turun 13,50% secara tahunan (year on year) menjadi US$1,03 miliar.
Manajemen ABMM menyebut kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika industri, namun perusahaan tetap mampu menjaga fundamental bisnis melalui efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang disiplin.
Pada 2026, ABMM akan mengandalkan dua proyek ekspansi utama di sektor batu bara.
Pertama, pengembangan tambang batu bara di Aceh yang telah mulai mencatatkan penjualan perdana pada Februari 2026. Proyek ini ditargetkan mampu mencapai produksi stabil untuk menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun.
Kedua, ekspansi tambang baru di Kalimantan Tengah yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III/2026.
Selain fokus pada batu bara, ABMM juga mulai mengembangkan sumber pendapatan baru di luar sektor tambang. Perseroan akan memperluas bisnis ke sektor logistik dan pabrikasi guna memperkuat ekosistem usaha.
Strategi ini dilakukan melalui pertumbuhan non-organik atau ekspansi ke bisnis yang masih berkaitan (adjacent business), sehingga dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat.
Manajemen menegaskan bahwa ABMM tetap berkomitmen menjalankan prinsip Good Mining Practices di seluruh lini operasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan industri dan fluktuasi harga komoditas.
Dengan strategi ekspansi dan diversifikasi tersebut, ABMM optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam rantai nilai industri pertambangan di Indonesia.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar