Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » DPR Dukung Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Industri Tekstil Nasional Kembali Bergairah

DPR Dukung Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Industri Tekstil Nasional Kembali Bergairah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah mendukung langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan melarang impor pakaian bekas dengan memasukkan para pemasok ke dalam daftar hitam (blacklist). Menurut Imas, kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi industri tekstil nasional yang selama ini tertekan oleh maraknya pakaian bekas impor di pasar dalam negeri.

“Kami mendukung langkah Menkeu untuk menghentikan peredaran pakaian bekas dengan memasukkan para pemasok ke daftar hitam importir. Ini langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran pakaian bekas di Indonesia,” ujar Imas dalam keterangan pers, Jumat (24/10/2025).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa penghentian impor harus dilakukan sejak hulu, bukan hanya di tingkat distribusi. Pembatasan penjualan dinilai tidak akan efektif bila arus barang bekas dari luar negeri masih terus masuk.

“Kalau pengiriman pakaian bekas masih terjadi, maka peredarannya sulit dihentikan. Jika pemasok yang sudah di-blacklist tetap mengirim barang ke Indonesia, harus diberi sanksi berat,” tambahnya.

Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan, sepanjang 2024 hingga Agustus 2025 terdapat 2.584 kasus penyelundupan pakaian bekas dengan total 12.808 koli barang bukti senilai sekitar Rp 49,44 miliar. Imas menilai langkah Kementerian Keuangan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing industri tekstil lokal.

“Produk tekstil dalam negeri sebenarnya berkualitas dan inovatif. Tapi mereka terhambat karena pasar dibanjiri pakaian bekas murah. Jika impor benar-benar dihentikan, industri tekstil kita akan kembali hidup,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya penjualan pakaian bekas di pasar tradisional dan platform daring (online shop) yang kian menggerus pasar produk lokal.

“Bagaimana industri tekstil kita bisa berkembang kalau harus bersaing dengan barang bekas impor murah yang dijual di mana-mana. Sudah saatnya pemerintah berpihak penuh pada produk dalam negeri,” ujar Imas.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memasukkan importir pakaian bekas ke dalam daftar hitam dan melarang mereka kembali beroperasi.

“Kalau ada yang pernah impor balpres, akan saya blacklist, tidak boleh impor barang lagi,” ujar Purbaya, dikutip dari KompasTV, Rabu (22/10/2025).

Menurut Purbaya, negara tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas impor pakaian bekas ilegal karena tidak ada denda yang dikenakan, bahkan negara justru menanggung biaya pemusnahan barang dan pemeliharaan pelaku di penjara. Langkah tegas ini diharapkan dapat menghidupkan kembali industri tekstil nasional, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan permintaan produk lokal di tengah maraknya tren thrifting di Indonesia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

    Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pinjaman usaha tidak selalu menjadi sinyal bahwa bisnis sedang mengalami tekanan keuangan. Bagi pelaku usaha, pembiayaan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas distribusi, hingga membuka cabang baru. Namun, penggunaan kredit perlu dibedakan antara pembiayaan untuk ekspansi dan pinjaman yang hanya digunakan untuk menutup defisit operasional. Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di […]

  • Rupiah Makin Terpuruk! Ditutup di Rp18.027 per Dolar AS

    Rupiah Makin Terpuruk! Ditutup di Rp18.027 per Dolar AS

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah belum mampu keluar dari zona merah. Mata uang Indonesia kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), bahkan bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah ditutup menurun melemah 89 poin atau 0,50 persen menjadi Rp18.027 per dolar AS. Posisi tersebut lebih […]

  • Terkoreksi Tajam, Harga Perak Jadi Rp45.750 per Gram

    Terkoreksi Tajam, Harga Perak Jadi Rp45.750 per Gram

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang emas bagi warga Jambi yang ingin mulai bisnis perak atau menambah koleksi perak. Logam mulia ini tengah menyusut cukup tajam sehingga harganya lebih murah dari sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, Kamis (18/6/2026), harga perak Antam hari ini turun sebesar Rp1.100 ke level Rp45.750 per gram. Situasi ini dinilai menjadi momentum tepat […]

  • Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi wadah penggerak ekonomi rakyat berbasis kegotongroyongan dan kesejahteraan anggota. “Tujuan Kopdes Merah Putih adalah untuk merebranding koperasi, bukan hanya sebagai tempat menabung dan meminjam uang, […]

  • Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam melesat pada perdagangan hari ini, Rabu (17/12/2025). Kini emas Antam sudah dibanderol Rp2.470.000 per gram. Harga emas Antam itu naik Rp 6.000 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.464.000 per gram. Adanya kenaikan harga yang terjadi membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat menjadi […]

  • Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jutaan jamaah umrah dari berbagai negara dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat sebanyak 58.873 jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi hingga […]

expand_less