Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Properti » Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ternyata banyak masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mengambil KPR rumah subsidi. Faktor utamanya karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK rendah.

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebut ada lebih dari 19.000 data calon debitur yang terkendala dari imbas SLIK OJK itu.

“Data tersebut merupakan hasil laporan dari masing-masing asosiasi pengembang perumahan subsidi. Sudah kami serahkan juga ke OJK, ada 19.000 lebih data,” kata Heru dikutip Kompas.com, Jumat (28/11/2025).

Sementara dari total laporan tersebut, hanya 12.000 data calon debitur yang sudah lengkap dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga tidak bisa dilacak oleh sistem perbankan.

Kemudian dari sisa jumlah tersebut, ditemukan sebanyak 4.000 NIK ganda atau satu NIK digunakan oleh dua calon debitur KPR subsidi.

“Itu kami cleansing lagi, sehingga ada kurang lebih hampir 8.000 data, itu yang kami serahkan ke OJK untuk data analisis,” ujar Heru.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan SLIK OJK menjadi alasan banyak masyarakat sulit mendapatkan KPR.

“Sepertinya bukan SLIK OJK aja yang membuat mereka enggak bisa dapat kredit,” kata Purbaya saat itu.

Bahkan menurutnya, apabila SLIK OJK dengan klasifikasi Kolektibilitas (KOL) tertentu dihapuskan, masalah kredit macet tetap belum bisa diatasi maksimal.

Purbaya mengatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencari akar masalah KPR macet, yang diperkirakan juga terdapat andil lemahnya demand konsumen.

“Jadi akan kita pelajari lebih lanjut apakah itu demand lemah atau memang ada hambatan yang lain. Nanti mungkin Menteri-nya akan menyesuaikan itu sesuai dengan kondisi, nanti kita lihat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa ada sekitar 14.000 konsumen yang mengalami kredit macet. Namun demikian, ia mengatakan masih harus menegaskan besaran angkanya kepada Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

“Kalau enggak salah 14.000, tanya Pak Heru deh, cek datanya berapa, tapi cukup besar kok,” kata Ara, sapaan akrab Menteri PKP.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobibos Diapresiasi, tapi Butuh Uji dan Riset Mendalam Sebelum Jadi BBM Alternatif

    Bobibos Diapresiasi, tapi Butuh Uji dan Riset Mendalam Sebelum Jadi BBM Alternatif

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba delapan bulan terhadap bahan bakar alternatif Bobibos dinilai tepat. Uji coba diperlukan untuk memastikan aspek keselamatan, performa mesin, serta standar teknis sebelum Bobibos dapat dipasarkan secara komersial. Pengamat Energi, Syarifuddin Nojeng, menegaskan bahwa sebagai bahan bakar alternatif, Bobibos wajib memenuhi sejumlah parameter […]

  • Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina resmi menyesuaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang berlaku mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan melalui subholding komersial dan perdagangan, yakni Pertamina Patra Niaga, setelah berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, […]

  • Papan Digital Gantikan Papan Tulis di Ruang Kelas

    Papan Digital Gantikan Papan Tulis di Ruang Kelas

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital di SMPN 4 Kota Bekasi membawa perubahan besar dalam proses belajar mengajar. Namun, berbagai pihak menegaskan bahwa teknologi canggih ini tidak akan memberikan hasil optimal tanpa kesiapan dan kompetensi guru sebagai penggunanya. Sejak hadirnya perangkat digital tersebut, ritme pembelajaran di kelas berubah signifikan. Siswa […]

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

  • Tingkatkan PAD Pariwisata, Jambi-Kepri Teken Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala

    Tingkatkan PAD Pariwisata, Jambi-Kepri Teken Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menandatangani Kesepakatan Bersama (KSB) tentang pengelolaan bersama fasilitas pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Gedung Daerah Pemprov Kepri, Tanjung Pinang, Senin (13/04/2026) malam. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan konektivitas ekonomi antarprovinsi Sumatera serta potensi ekspor ke Singapura melalui Kepri. Pertemuan digelar dalam forum kepala […]

  • Rupiah Belum Pulih, Tertekan ke Level Rp17.813 per Dolar AS

    Rupiah Belum Pulih, Tertekan ke Level Rp17.813 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (22/6/2026). Mata uang Indonesia melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.804 per dolar AS. Dalam sepekan terakhir, rupiah tercatat sudah melemah 95 poin. Mata uang domestik itu bergerak dari […]

expand_less