Danantara Ungkap Kinerja Tahun Perdana, Investasi Global Tembus Rp346 Triliun
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani
JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia membeberkan capaian kinerja selama satu tahun operasional lembaga tersebut. Sepanjang tahun pertama, fokus utama diarahkan pada pembangunan fondasi kelembagaan, penguatan tata kelola, serta penarikan investasi untuk proyek strategis nasional.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan tahun pertama menjadi fase krusial untuk membangun sistem pengelolaan investasi negara yang transparan dan profesional.
“Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis sebagai pijakan penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujar Rosan dalam peringatan satu tahun Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya integritas dan disiplin tata kelola dalam pengelolaan aset negara.
Menurut Prabowo, keberadaan Danantara menempatkan Indonesia sejajar dengan negara lain yang memiliki sovereign wealth fund atau lembaga pengelola investasi negara.
“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki lembaga pengelola investasi negara yang bisa disejajarkan dengan sovereign wealth fund global. Dalam satu tahun terlihat bahwa dengan manajemen yang baik dan tata kelola disiplin, kinerja pengelolaan aset negara meningkat,” kata Prabowo.
Danantara membagi capaian kinerja tahun pertamanya dalam tiga pilar utama.
Pertama, penguatan fondasi tata kelola dan kelembagaan.
Selama setahun terakhir, Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola yang dirancang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas sesuai standar internasional.
Salah satu hasilnya adalah pembentukan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Lembaga ini dirancang untuk mendorong investasi sosial di sektor pendidikan, kesehatan, dan sanitasi.
Dana tersebut juga diharapkan mendukung program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.
Kedua, transformasi portofolio BUMN melalui unit Danantara Asset Management (DAM).
Unit ini bertugas mengelola portofolio Badan Usaha Milik Negara sekaligus mendorong restrukturisasi agar lebih efisien dan bernilai ekonomi. Sejumlah proyek hilirisasi lintas sektor didorong dengan potensi investasi mencapai 26 miliar dollar AS. Proyek tersebut antara lain pengolahan alumina, bioavtur, bioetanol, hingga industri garam yang telah memasuki tahap konstruksi pada Februari 2026. DAM juga melakukan penyederhanaan struktur BUMN melalui likuidasi, merger, dan divestasi entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.
Ketiga, penguatan investasi global melalui Danantara Investment Management (DIM).
Selama setahun, DIM berhasil menjalin 11 kemitraan global melalui nota kesepahaman (MoU) dengan total komitmen investasi mencapai Rp346 triliun. Selain itu, DIM juga menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen, termasuk Patriot Bonds dan Revolving Credit Facility (RCF).
DIM juga terlibat dalam proyek internasional, salah satunya pengembangan Kampung Haji di Mekkah yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem industri halal global. Rosan menegaskan, fokus Danantara selanjutnya adalah menerjemahkan fondasi yang telah dibangun menjadi kinerja investasi yang nyata.
“Ke depan kami memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan investasi strategis memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi Indonesia,” kata Rosan.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar