Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Bulog akan menyalurkan stok pangan langsung ke pasar sehingga pengecer tidak perlu lagi mengambil barang ke gudang utama
JAMBISNIS.COM – Perum Bulog mengambil langkah langsung dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idulfitri. Bulog berencana membangun kios khusus di ratusan pasar tradisional sebagai perpanjangan tangan distribusi stok pangan ke pengecer.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut ditempuh setelah hasil inspeksi pasar menunjukkan adanya indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama minyak goreng dan cabai.
“Ke depan akan diambil langkah yang lebih progresif. Bulog akan memiliki los atau kios di masing-masing pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).
Melalui skema ini, Bulog akan menyalurkan stok pangan langsung ke pasar sehingga pengecer tidak perlu lagi mengambil barang ke gudang utama. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi, memangkas biaya logistik, serta mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen.
Rizal menegaskan, dengan ketersediaan stok langsung di pasar, pedagang tidak lagi memiliki alasan menaikkan harga akibat keterbatasan pasokan.
Program kios Bulog akan dimulai melalui proyek percontohan di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta. Kios tersebut nantinya menyediakan beras, minyak goreng Minyakita, dan gula untuk pengecer yang telah direkomendasikan pengelola pasar serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain membuka kios distribusi, Bulog bersama Pasar Jaya juga akan memasang papan informasi harga komoditas di pasar. Papan tersebut memuat harga acuan beras, Minyakita, gula, dan tepung agar pedagang tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pemerintah (HAP).
Menurut Rizal, kebijakan ini memudahkan pengawasan oleh Satgas Pangan karena harga referensi ditampilkan secara terbuka di area pasar.
Pelaksanaan program kios Bulog akan dilakukan bersamaan dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara Bulog dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan segera menyalurkan stok begitu kios tersedia, sambil paralel menyiapkan MoU dengan Pemprov DKI agar tidak menyalahi prosedur,” kata Rizal.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar