Buka FASI XXIV, Wali Kota Jambi Dorong Dakwah Kreatif yang Dekat dengan Generasi Muda
- account_circle Ksandi
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- print Cetak

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XXIV tingkat Kota Jambi 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Muharram 1448 Hijriah di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu (28/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XXIV tingkat Kota Jambi 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu (28/6/2026), dan diikuti 550 peserta dari 131 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang berasal dari 11 kecamatan di Kota Jambi.
FASI berlangsung selama tiga hari, 28-30 Juni 2026, dengan mempertandingkan 17 cabang lomba. Di antaranya adzan dan iqamah, ceramah agama Islam, tartil Al-Qur’an, tilawah, tahfidz Juz Amma, nasyid Islami, cerdas cermat Al-Qur’an, syahril Qur’an, kisah Islami dan kaligrafi.
Pembukaan diawali Pawai Ta’aruf yang diikuti peserta dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an dan disaksikan masyarakat Kota Jambi. Maulana mengatakan, FASI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan keagamaan semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat anak-anak semakin dekat dengan gadget.
“FASI menjadi motivasi agar mereka semakin mencintai Al-Qur’an dan ilmu agama,” ujar Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mendorong adanya transformasi pola dakwah agar lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Ia meminta BKPRMI Kota Jambi mengembangkan konsep dakwah kreatif yang tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga melalui komunitas dan kegiatan yang diminati anak muda, seperti olahraga, komunitas Vespa dan berbagai hobi lainnya.
“Dakwah tidak hanya di masjid, tetapi bisa dilakukan di mana saja. Awali dengan kegiatan yang disenangi anak muda, kemudian ditutup dengan pengajian, tausiah, salawat atau nasyid,” katanya.
Maulana menilai pendekatan tersebut dapat membuat dakwah lebih adaptif dan mudah diterima generasi muda. FASI dan Festival Muharram menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan Pemkot Jambi. Kegiatan tersebut diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
- Penulis: Ksandi
