Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar, Isu Kenaikan 10 Persen Belum Pasti
- account_circle say say
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi: Antrian Pembelian BBM
JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia mengikuti pergerakan harga energi global. Hal tersebut disampaikan Bahlil merespons isu yang beredar mengenai potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga 10 persen mulai 1 April 2026.
Menurut Bahlil, skema penentuan harga BBM telah diatur dalam regulasi pemerintah, yang membedakan antara BBM untuk sektor industri dan nonindustri. Ia menjelaskan, khusus untuk BBM industri, harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti mekanisme pasar tanpa perlu pengumuman resmi.
“Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 sudah diatur dua formulasi harga, yaitu untuk industri dan nonindustri. Untuk industri, tanpa diumumkan pun harganya bisa berubah mengikuti pasar,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, BBM nonsubsidi seperti RON 95 dan RON 98 umumnya digunakan oleh kalangan mampu serta sektor usaha, sehingga tidak mendapat subsidi dari pemerintah.
Karena itu, perubahan harga BBM nonsubsidi tidak membebani anggaran negara. Pemerintah, kata dia, hanya memastikan ketersediaan energi, sementara harga mengikuti dinamika global.
“Selama mereka mampu membeli, silakan. Negara tidak menanggung beban untuk BBM nonsubsidi,” kata Bahlil.
Di sisi lain, pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan masyarakat melalui kebijakan BBM subsidi. Bahlil menegaskan, keputusan terkait harga BBM subsidi sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Ia memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Saya yakin Bapak Presiden selalu memprioritaskan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pertamina memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan informasi yang beredar di media sosial mengenai kenaikan harga BBM belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait harga BBM terbaru,” kata Baron.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengacu pada informasi resmi dari Pertamina guna menghindari kesalahpahaman.
- Penulis: say say

Saat ini belum ada komentar