AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US$101 per Barel
- account_circle say say
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Harga minyak mentah dunia melonjak di atas US$100 per barel setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global melalui Selat Hormuz.
JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan menembus level psikologis US$100 per barel pada Senin (13/4/2026), menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini diperparah dengan rencana blokade jalur pelayaran menuju Iran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah jenis Brent naik sebesar US$6,71 atau sekitar 7,05 persen menjadi US$101,91 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat US$7,59 atau 7,86 persen ke level US$104,16 per barel.
Kenaikan harga ini terjadi setelah negosiasi antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyatakan akan memulai blokade terhadap jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengganggu aliran minyak global hingga jutaan barel per hari.
Kepala Penelitian Energi MST Marquee, Saul Kavonic, menyebut pasar energi kini kembali ke kondisi sebelum adanya gencatan senjata. Bahkan, langkah terbaru AS diperkirakan akan memperketat pasokan minyak dari Iran.
“AS akan memblokir aliran minyak yang tersisa hingga sekitar 2 juta barel per hari yang terkait dengan Iran melalui Selat Hormuz,” ujarnya.
Selain itu, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan bahwa kebijakan blokade akan mulai diberlakukan pada Senin (13/4) dan mencakup seluruh kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Langkah tersebut menimbulkan respons keras dari pihak Iran. Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati wilayah tersebut akan dianggap melanggar gencatan senjata dan berpotensi ditindak tegas.
Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah kapal tanker minyak mulai menghindari jalur Selat Hormuz. Namun, data menunjukkan masih ada beberapa kapal yang sempat melintas sebelum kebijakan blokade diberlakukan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar