Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Lonjakan dipimpin indeks Kospi yang melesat lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan. Indeks Hang Seng naik 1,4 persen, sementara Taiex melonjak 2,65 persen. Di sisi lain, ASX 200 hanya menguat tipis 0,07 persen.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times naik 0,55 persen dan FTSE Bursa Malaysia KLCI menguat 0,13 persen.

Reli pasar terjadi di tengah meredanya kekhawatiran investor atas konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Sentimen positif muncul setelah Washington mengumumkan operasi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai “Proyek Kebebasan”, yang bertujuan membebaskan kapal-kapal sipil yang terjebak akibat konflik di kawasan.

Komando militer AS menyatakan operasi ini melibatkan kapal perusak, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer. Langkah tersebut dinilai pasar sebagai upaya meredakan gangguan rantai pasok energi global.

Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Harga minyak mentah terkoreksi meski masih bertahan di atas level psikologis US$100 per barel. Kontrak West Texas Intermediate turun 0,59 persen ke US$101,34 per barel. Sementara Brent melemah 0,27 persen ke US$107,88 per barel.

Di sisi lain, pasar global tetap mencermati arah kebijakan dan pergerakan Wall Street. Indeks saham AS sebelumnya mencatat rekor baru, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Namun, tidak semua indeks menguat. Dow Jones Industrial Average justru terkoreksi tipis, mencerminkan rotasi sektor di pasar.

Pasar Jepang dan China tidak beroperasi karena libur nasional, sehingga volume transaksi regional relatif lebih tipis dari biasanya.

Analis menilai penguatan ini masih rentan. Ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, sementara volatilitas harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat membalikkan arah pasar dalam waktu singkat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 38,30 Km Lewat Inpres Jalan Daerah 2025

    Jambi Dapat Jatah Perbaikan Jalan 38,30 Km Lewat Inpres Jalan Daerah 2025

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah pusat mengalokasikan perbaikan jalan sepanjang 38,30 kilometer di Provinsi Jambi melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya distribusi barang dan jasa. Secara nasional, Program IJD 2025 diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (23/6/2026) di ruas Jalan […]

  • Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari tiga wilayah tersebut, serapan pelunasan masih belum optimal. Menurut Irfan, Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatra yang belum bisa […]

  • Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kopi dunia kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump serta dampak perubahan iklim yang melanda Brasil, produsen kopi terbesar dunia. Sejak Juli 2025, AS menerapkan tarif impor 50% terhadap kopi dari Brasil. Akibatnya, harga kopi bubuk […]

  • Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil. “Justru sekarang ketika […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (2/7/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, hanya beberapa komoditas cabai yang mengalami penurunan harga, sementara mayoritas bahan pangan lainnya tidak mengalami perubahan. Penurunan harga terjadi pada cabai merah besar dan cabai merah […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah di awal perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.707 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 99,38. Penurunan terhadap rupiah juga dialami mata uang di kawasan […]

expand_less