Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Lonjakan dipimpin indeks Kospi yang melesat lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan. Indeks Hang Seng naik 1,4 persen, sementara Taiex melonjak 2,65 persen. Di sisi lain, ASX 200 hanya menguat tipis 0,07 persen.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times naik 0,55 persen dan FTSE Bursa Malaysia KLCI menguat 0,13 persen.

Reli pasar terjadi di tengah meredanya kekhawatiran investor atas konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Sentimen positif muncul setelah Washington mengumumkan operasi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai “Proyek Kebebasan”, yang bertujuan membebaskan kapal-kapal sipil yang terjebak akibat konflik di kawasan.

Komando militer AS menyatakan operasi ini melibatkan kapal perusak, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer. Langkah tersebut dinilai pasar sebagai upaya meredakan gangguan rantai pasok energi global.

Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Harga minyak mentah terkoreksi meski masih bertahan di atas level psikologis US$100 per barel. Kontrak West Texas Intermediate turun 0,59 persen ke US$101,34 per barel. Sementara Brent melemah 0,27 persen ke US$107,88 per barel.

Di sisi lain, pasar global tetap mencermati arah kebijakan dan pergerakan Wall Street. Indeks saham AS sebelumnya mencatat rekor baru, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Namun, tidak semua indeks menguat. Dow Jones Industrial Average justru terkoreksi tipis, mencerminkan rotasi sektor di pasar.

Pasar Jepang dan China tidak beroperasi karena libur nasional, sehingga volume transaksi regional relatif lebih tipis dari biasanya.

Analis menilai penguatan ini masih rentan. Ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, sementara volatilitas harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat membalikkan arah pasar dalam waktu singkat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zulhas Ungkap Penyebab Minyakita Mahal di Papua dan Maluku karena Distribusi

    Zulhas Ungkap Penyebab Minyakita Mahal di Papua dan Maluku karena Distribusi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut tingginya harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di wilayah timur Indonesia disebabkan persoalan distribusi dan biaya transportasi. Pernyataan itu disampaikan Zulhas usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Rabu, 13 Mei 2026. Ia menilai disparitas harga masih terjadi antara wilayah barat dan timur Indonesia. […]

  • Piala Dunia 2026: Kroasia Siap Menuju 32 Besar

    Piala Dunia 2026: Kroasia Siap Menuju 32 Besar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Kroasia akhirnya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Panama dengan skor tipis 1-0 pada laga kedua Grup L di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (24/6/2026). Gol tunggal kemenangan Vatreni dicetak Ante Budimir pada menit ke-54. Hasil ini menjaga peluang Kroasia untuk melaju ke babak 32 besar setelah mengoleksi tiga poin. […]

  • Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), mengonfirmasi akan melepas 12% saham tambahan di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pihak Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah kontrak saat ini berakhir pada 2041. Presiden dan CEO FCX, Kathleen Quirk, mengatakan bahwa setelah […]

  • Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT […]

  • Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

    Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju peningkatan utang pemerintah. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Institute for Strategic and Economic Action Indonesia menyebutkan, kondisi fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju […]

  • Ekonomi Jambi Bergerak ke Mana? Data Kredit, Inflasi dan Konsumsi Jadi Petunjuk

    Ekonomi Jambi Bergerak ke Mana? Data Kredit, Inflasi dan Konsumsi Jadi Petunjuk

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi terus bergerak di tengah perubahan harga komoditas, daya beli masyarakat, aktivitas perdagangan hingga perkembangan ekonomi digital. Data terbaru menunjukkan ekonomi Jambi masih tumbuh positif, meski sejumlah indikator memperlihatkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan dunia usaha. Bank Indonesia mencatat ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II 2026 tumbuh 4,15 persen secara tahunan […]

expand_less