Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksi 5,1 Persen, Belum Mampu Tekan Rasio Utang
JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju peningkatan utang pemerintah. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Institute for Strategic and Economic Action Indonesia menyebutkan, kondisi fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi.
Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang berada di kisaran 6,6 persen hingga 6,9 persen membuat biaya pembiayaan pemerintah melampaui pertumbuhan ekonomi riil.
Dalam kondisi tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berpotensi terus meningkat, kecuali jika pemerintah mampu mencatatkan surplus keseimbangan primer.
Namun, pada 2026 Indonesia masih diproyeksikan mengalami defisit keseimbangan primer sekitar 0,6 persen dari PDB. Artinya, pemerintah masih membutuhkan tambahan utang baru, bahkan untuk menutup pembayaran bunga utang.
Laporan tersebut juga menyoroti indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bersifat debt-driven, yakni didorong oleh pembiayaan utang, bukan oleh peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.
Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, kondisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menurunkan ketergantungan terhadap utang.
Selain itu, struktur pertumbuhan ekonomi yang masih bergantung pada konsumsi domestik dinilai rentan terhadap tekanan, terutama di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan berakhirnya berbagai stimulus fiskal pada masa pandemi.
Tanpa adanya reformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak sejalan dengan kebutuhan konsolidasi fiskal.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar