Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Berpeluang Menguat, INET hingga BBRI Layak Dicermati

IHSG Berpeluang Menguat, INET hingga BBRI Layak Dicermati

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan masih berpeluang menguat, meski dengan ruang yang terbatas. Sejumlah analis pasar modal pun merekomendasikan saham dari sektor energi hingga perbankan yang dinilai memiliki potensi cuan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG tercatat menguat 12,62 poin atau naik 0,17 persen ke level 7.634. Secara mingguan, indeks menguat 2,35 persen dengan aktivitas transaksi yang terbilang solid.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar meningkat 3,38 persen menjadi Rp13.635 triliun. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume, nilai, serta frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir.

Namun demikian, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di awal pekan. Ia menyebut indeks berpotensi bergerak pada rentang support 7.478 dan resistance 7.740.

Menurut Oktavianus, sentimen eksternal seperti ketegangan geopolitik di Selat Hormuz serta kenaikan harga minyak dunia masih menjadi faktor yang membebani pergerakan pasar. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung menahan diri menjelang keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia.

Dari sisi teknikal, ia merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang diperkirakan dapat mencapai level 398. Selain itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga dinilai berpotensi menguat hingga level 12.200.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan rentang support di 7.374 dan resistance 7.673.

Ia mengatakan, sentimen domestik seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia akan menjadi perhatian utama investor. Di sisi lain, risiko global dari konflik geopolitik masih membayangi pergerakan pasar.

Herditya pun merekomendasikan sejumlah saham unggulan, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diproyeksikan menuju level 3.610. Selain itu, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berpotensi naik ke level 4.880, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang diperkirakan mencapai level 3.590.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan Danantara Indonesia agar meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. Ia menegaskan lembaga pengelola investasi tersebut harus mampu memberikan pengembalian aset atau return on asset (RoA) yang lebih besar kepada negara. Menurut Prabowo, tingkat RoA Danantara saat ini masih berada di kisaran 5 persen, sementara standar perusahaan yang sehat seharusnya […]

  • HUT ke-130 BRI: Perkenalkan Logo dan Tema Baru ‘Satu Bank Untuk Semua’

    HUT ke-130 BRI: Perkenalkan Logo dan Tema Baru ‘Satu Bank Untuk Semua’

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) merayakan HUT ke-130 dengan tema “Satu Bank Untuk Semua”, menegaskan komitmen BRI untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, dari segmen mikro hingga korporasi, dengan dukungan ekosistem digital yang kuat. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa usia 130 tahun menjadi bukti ketangguhan dan konsistensi BRI dalam mendukung […]

  • Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari ini harga emas Antam tembus Rp2.305.000 per gram. Harga emas Antam naik sebesar Rp 6.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp 2.299.000 per gram. Harga emas Antam termurah dibanderol Rp1.202.000 dengan berat 0.5 gram. Sedangkan yang termahal Rp2.245.600.000 dengan berat 1.000 gram. Kenaikan tersebut turut memengaruhi harga jual kembali (buyback) emas, yang tercatat meningkat […]

  • IHSG Rebound Kuat ke 8.122, Transaksi Tembus Rp28,7 Triliun

    IHSG Rebound Kuat ke 8.122, Transaksi Tembus Rp28,7 Triliun

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026), meski sempat dibuka di zona merah dan melemah tajam pada awal sesi. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG ditutup naik 2,52 persen ke level 8.122, yang sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang perdagangan hari ini. Sementara itu, level terendah IHSG sempat […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Merah Turun

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Stabil, Cabai Rawit Merah Turun

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau stabil pada Rabu, 3 Desember 2025. Hampir seluruh komoditas tidak mengalami perubahan harga, berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Satu-satunya komoditas yang mengalami perubahan adalah cabai rawit merah, yang tercatat turun 29,17% menjadi Rp85.000 per kilogram. Untuk komoditas lain, […]

  • Harga Referensi CPO Naik Jadi USD 963,75 per Ton, Dipicu Rencana Penerapan Biodiesel B50

    Harga Referensi CPO Naik Jadi USD 963,75 per Ton, Dipicu Rencana Penerapan Biodiesel B50

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk periode November 2025 menjadi USD 963,75 per metrik ton (MT). Nilai tersebut naik tipis sebesar USD 0,14 dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat USD 963,61 per MT. Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan […]

expand_less