Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menguji ketahanan energi global, termasuk Indonesia. Di tengah ancaman gangguan pasokan minyak dunia, diplomasi energi dinilai menjadi senjata utama untuk menjaga stabilitas nasional.

Pakar energi Arcandra Tahar menegaskan, diplomasi energi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pendekatan antarnegara dinilai mampu membuka akses langsung ke sumber energi vital.

“Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan government-to-government, Indonesia bisa mengamankan akses terhadap aset energi strategis di luar negeri,” ujar Arcandra, Jumat (17/4/2026).

Ketegangan di kawasan Teluk Arab, yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah mengguncang rantai pasok energi global. Jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz kembali menjadi sorotan karena perannya yang krusial dalam perdagangan minyak dunia.

Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati jalur tersebut. Gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan biaya impor bagi negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi ini, Indonesia dituntut bergerak cepat namun tetap terukur. Strategi diplomasi energi harus dijalankan secara cermat dengan memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tanpa terjebak dalam tarik-menarik kepentingan global.

Pendekatan ini memberi ruang bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara produsen energi, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam.

Tak hanya itu, kepastian politik juga menjadi faktor penting dalam menarik investasi sektor energi di luar negeri. Dengan hubungan bilateral yang kuat, peluang kerja sama produksi jangka panjang dinilai semakin terbuka.

Di sisi lain, transparansi pemerintah juga menjadi sorotan. Komunikasi yang jelas kepada publik terkait dampak gejolak global dinilai penting agar masyarakat memahami situasi dan tidak terjebak dalam ekspektasi yang keliru.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

    Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring tekanan yang masih membayangi pasar keuangan. Pada perdagangan pagi ini, dikutip dari Antara, rupiah turun 37 poin atau sekitar 0,21 persen menjadi Rp17.743 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah […]

  • Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Pemerintah Kota Jambi menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,9 miliar untuk pembangunan depo sampah dan mendukung sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Polemik tidak hanya menyangkut efektivitas kebijakan pengelolaan sampah, tetapi juga menyasar aspek legalitas penggunaan anggaran. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah pembangunan depo sampah […]

  • Industri Tekstil Indonesia Tetap Bergairah, Ekspor Capai US,9 Miliar Meski Dihantam Tantangan Global

    Industri Tekstil Indonesia Tetap Bergairah, Ekspor Capai US$11,9 Miliar Meski Dihantam Tantangan Global

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor tekstil dan garmen Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan ekonomi global. Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) mencatat, ekspor industri ini menembus US$11,9 miliar pada akhir 2024, menjadikannya salah satu kontributor utama ekspor nonmigas nasional. Ketua AGTI Anne Patricia Sutanto menegaskan bahwa industri tekstil Indonesia tidak sedang melemah, melainkan tengah […]

  • IHSG Dibuka Menguat ke 6.946, Pasar Tunggu Keputusan MSCI

    IHSG Dibuka Menguat ke 6.946, Pasar Tunggu Keputusan MSCI

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks naik 41,23 poin atau 0,60 persen ke level 6.946,85 pada pukul 09.00 WIB. Penguatan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,21 persen ke posisi 670,06. Meski demikian, pelaku pasar masih […]

  • Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Selama Libur Natal 2025

    Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Selama Libur Natal 2025

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat sebanyak 5.865 wisatawan berlibur ke sejumlah pulau wisata pada periode 25–27 Desember 2025. Data tersebut disampaikan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu. Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, mengatakan wisatawan datang melalui […]

  • Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

    Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada masyarakat miskin. Budi menjelaskan, kelompok masyarakat miskin yang masuk dalam Desil 1-5 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap terlindungi karena iuran mereka ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). “Kenaikan premi […]

expand_less