Harga Minyak Turun ke US$90,59 Usai Sinyal Pembukaan Selat Hormuz
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Harga Minyak Turun ke US$90,59 Usai Sinyal Selat Hormuz Dibuka
JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (16/4), seiring munculnya sinyal de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuka peluang kelancaran distribusi energi global.
Mengacu laporan Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat turun 44 sen atau 0,5 persen menjadi US$94,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 70 sen atau 0,8 persen ke level US$90,59 per barel.
Penurunan harga ini dipicu laporan bahwa Iran berpotensi mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, khususnya di sisi Oman.
Optimisme pasar juga meningkat setelah Amerika Serikat menyatakan peluang tercapainya kesepakatan untuk meredakan konflik dengan Iran. Meski demikian, Washington tetap memberi sinyal akan memperketat tekanan ekonomi jika negosiasi gagal.
Sumber yang dikutip Reuters menyebut Teheran membuka opsi kebebasan pelayaran di Selat Hormuz jika kesepakatan pencegahan konflik berhasil dicapai.
Analis Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa, menilai meski harapan damai mulai muncul, pasar masih bersikap hati-hati karena rekam jejak negosiasi sebelumnya yang kerap gagal.
Ia memperkirakan harga minyak WTI akan bergerak fluktuatif di kisaran US$80 hingga US$100 per barel hingga ada kepastian kesepakatan damai dan jalur pelayaran benar-benar normal.
Upaya diplomasi antara AS dan Iran dikabarkan akan kembali dilakukan dalam waktu dekat, dengan Pakistan disebut berperan sebagai mediator. Namun, pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Di sisi lain, Amerika Serikat masih memberlakukan pembatasan terhadap aktivitas pelayaran dari pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi.
Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang pengecualian pembelian minyak dari Iran dan Rusia tanpa sanksi. Pergerakan harga minyak global saat ini sangat dipengaruhi dinamika geopolitik di Timur Tengah. Setiap sinyal perdamaian atau eskalasi konflik dapat langsung berdampak pada volatilitas harga di pasar energi dunia.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar