Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar internasional juga turut memengaruhi kinerja industri dalam negeri.

“Bahan baku menjadi hal yang sangat penting. Disrupsi rantai pasok pasti kita alami, dan dinamika permintaan pasar internasional juga terus berubah,” ujar Agus dalam acara Indo Intertex Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global telah mengubah struktur rantai pasok dunia. Kondisi ini di satu sisi menjadi tantangan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam jaringan produksi global.

Kementerian Perindustrian pun terus mencermati perkembangan kebijakan negara mitra dagang serta arah perdagangan global. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri.

Agus menegaskan, kebijakan industri harus bersifat adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran.

“Kami harus melibatkan pelaku usaha karena mereka yang paling memahami kondisi di lapangan. Kebijakan pemerintah harus adaptif dan responsif terhadap dinamika global,” jelasnya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menjaga daya saing sektor tekstil nasional. Pasalnya, tekanan global tidak dapat dihadapi secara sendiri oleh pemerintah.

Ke depan, penguatan sektor hulu, diversifikasi sumber bahan baku, serta peningkatan efisiensi produksi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri tekstil di tengah persaingan global yang semakin ketat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Pembiayaan Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

    Skema Pembiayaan Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pembiayaan pengadaan kendaraan operasional tersebut bersumber dari pinjaman perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Jadi Kopdes Merah Putih meminjam […]

  • Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin campuran etanol 10% atau E10 sebagai upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini disiapkan matang agar tidak membebani keuangan negara. Langkah Presiden Prabowo Subianto menerapkan bensin campur etanol 10% atau E10 disebut bisa menjadi terobosan menuju energi bersih dan kemandirian energi […]

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Pegadaian hari ini, Kamis (26/2/2026), terpantau mengalami penurunan. Emas batangan produksi UBS dan Galeri24 kompak melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan laman resmi Pegadaian, harga emas UBS turun Rp 17.000 menjadi Rp 3.082.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.099.000. Sementara itu, emas Galeri24 terkoreksi lebih dalam, yakni Rp 28.000 menjadi Rp 3.057.000 […]

  • Belanja Makin Untung! JBC Resmi Luncurkan Aplikasi JBC+

    Belanja Makin Untung! JBC Resmi Luncurkan Aplikasi JBC+

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jambi Business Center (JBC) secara resmi meluncurkan JBC+. Aplikasi digital yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan berbagai keuntungan eksklusif bagi masyarakat yang berkunjung ke kawasan Jambi Business Center. Peluncuran JBC+ menjadi langkah strategis JBC dalam memperkuat transformasi digital sekaligus menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih modern, praktis, dan terintegrasi. Melalui aplikasi ini, pengunjung […]

  • PADA Gandeng Grup WIFI, Dorong Pendapatan Berulang Lewat Internet Rakyat

    PADA Gandeng Grup WIFI, Dorong Pendapatan Berulang Lewat Internet Rakyat

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) menjalin kemitraan strategis dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, untuk memperluas distribusi layanan Internet Rakyat (IRA). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) perseroan. PADA, yang bergerak di bidang jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi, call […]

  • AS Selidiki 2,88 Juta Mobil Tesla karena Dugaan Pelanggaran Fitur FSD

    AS Selidiki 2,88 Juta Mobil Tesla karena Dugaan Pelanggaran Fitur FSD

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Amerika Serikat tengah menyoroti sistem kemudi otomatis Tesla. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) resmi membuka penyelidikan terhadap sekitar 2,88 juta kendaraan Tesla yang dilengkapi fitur Full Self-Driving (FSD). Langkah ini diambil setelah muncul lebih dari 50 laporan dugaan pelanggaran keselamatan dan kecelakaan lalu lintas yang diduga terkait fitur […]

expand_less