Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar internasional juga turut memengaruhi kinerja industri dalam negeri.

“Bahan baku menjadi hal yang sangat penting. Disrupsi rantai pasok pasti kita alami, dan dinamika permintaan pasar internasional juga terus berubah,” ujar Agus dalam acara Indo Intertex Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global telah mengubah struktur rantai pasok dunia. Kondisi ini di satu sisi menjadi tantangan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam jaringan produksi global.

Kementerian Perindustrian pun terus mencermati perkembangan kebijakan negara mitra dagang serta arah perdagangan global. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri.

Agus menegaskan, kebijakan industri harus bersifat adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran.

“Kami harus melibatkan pelaku usaha karena mereka yang paling memahami kondisi di lapangan. Kebijakan pemerintah harus adaptif dan responsif terhadap dinamika global,” jelasnya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menjaga daya saing sektor tekstil nasional. Pasalnya, tekanan global tidak dapat dihadapi secara sendiri oleh pemerintah.

Ke depan, penguatan sektor hulu, diversifikasi sumber bahan baku, serta peningkatan efisiensi produksi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri tekstil di tengah persaingan global yang semakin ketat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pagi ini. Rupiah mencatatkan koreksi tipis di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih fluktuatif. Berdasarkan data dari Antara pada Selasa (14/4/2026), rupiah mengalami penurunan sebesar 25 poin atau setara dengan 0,15 persen. Pergerakan ini membawa posisi rupiah ke level Rp17.130 per dolar […]

  • Fajar/Rian Siap Habis-habisan Hadapi Ganda Korea di Final French Open 2025

    Fajar/Rian Siap Habis-habisan Hadapi Ganda Korea di Final French Open 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menegaskan siap tampil habis-habisan menghadapi wakil Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae pada laga final BWF World Tour Super 750 French Open 2025, Minggu (26/10) waktu setempat. Fajar/Fikri memastikan tiket ke partai puncak setelah menumbangkan unggulan kedua asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor meyakinkan 21-14, […]

  • Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melejit di awal perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.645 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.657 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Mata uang won Korea […]

  • IHSG Perkasa, Dibuka Menguat 8.097 Pagi Ini

    IHSG Perkasa, Dibuka Menguat 8.097 Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat di awal perdagangan hari ini, Rabu (15/10/2025). IHSG menguat 30,484 poin atau 0,38% ke 8.097,006. Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang menguat 1,34% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor […]

  • 5 Kebiasaan Hemat yang Justru Bikin Keuangan Bocor dan Merugikan

    5 Kebiasaan Hemat yang Justru Bikin Keuangan Bocor dan Merugikan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hemat itu penting, tapi tidak semua cara menghemat membawa manfaat nyata. Beberapa kebiasaan hemat justru membuat keuangan bocor, menghabiskan waktu, tenaga, dan uang lebih banyak. 5 Kebiasaan Hemat yang Perlu Diwaspadai: Berkeliling ke Banyak Toko demi Diskon Kecil Menghabiskan waktu dan bensin untuk potongan harga kecil sering lebih boros daripada untung. Terlalu Sibuk […]

  • Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), mengonfirmasi akan melepas 12% saham tambahan di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pihak Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah kontrak saat ini berakhir pada 2041. Presiden dan CEO FCX, Kathleen Quirk, mengatakan bahwa setelah […]

expand_less