Breaking News
light_mode
Beranda » Otobiz » Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

  • account_circle say say
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Penolakan terhadap masuknya mobil asal China ke pasar Amerika Serikat semakin menguat. Sejumlah senator dari Partai Demokrat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil langkah tegas dengan menutup akses bagi produsen otomotif China.

Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh tiga senator, yakni Tammy Baldwin, Elissa Slotkin, dan Chuck Schumer. Mereka meminta pemerintah tidak hanya melarang pembangunan pabrik mobil China di AS, tetapi juga membatasi kendaraan buatan China yang dirakit di Meksiko maupun Kanada agar tidak masuk ke pasar domestik.

Dalam surat itu, para senator menilai kehadiran produsen otomotif China berpotensi menciptakan ketimpangan ekonomi yang sulit disaingi industri dalam negeri.

“Mengundang produsen mobil China masuk ke AS bisa memberikan keuntungan ekonomi yang tidak tertandingi oleh produsen lokal, sekaligus memicu risiko keamanan nasional,” tulis mereka.

Isu keamanan menjadi salah satu alasan utama penolakan tersebut. Pemerintah AS khawatir kendaraan produksi China dapat mengumpulkan data sensitif pengguna, yang berpotensi mengancam keamanan nasional.

Sebelumnya, pemerintahan Joe Biden telah menerapkan regulasi yang secara efektif membatasi penjualan mobil penumpang China di AS sejak Januari 2025.

Kebijakan ini mendapat dukungan luas dari industri otomotif dalam negeri, yang menilai langkah tersebut penting untuk melindungi daya saing serta lapangan kerja.

Di sisi lain, Presiden Trump sempat membuka peluang bagi produsen China untuk berinvestasi dan membangun pabrik di AS, terutama jika mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengorbankan keamanan nasional demi menarik investasi asing.

Sementara itu, asosiasi industri otomotif AS juga mendesak pemerintah untuk mempertahankan kebijakan proteksionisme, terutama menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China, Xi Jinping.

Ketegangan ini mencerminkan persaingan global yang semakin tajam antara AS dan China, khususnya di sektor kendaraan listrik dan teknologi otomotif.

Meski China dikenal agresif dalam ekspansi industri otomotif global, AS tetap berupaya menjaga dominasi pasar domestik sekaligus melindungi kepentingan strategis nasional.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Terima Suap Sawit Rp800 Juta

    Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Terima Suap Sawit Rp800 Juta

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Mulyono, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, terkait dugaan suap restitusi pajak dari perusahaan perkebunan sawit. Uang suap tersebut diduga digunakan untuk biaya down payment (DP) rumah. OTT dilakukan pada Rabu (4/2/2026), dan KPK menetapkan Mulyono bersama dua tersangka lain, yaitu Dian Jaya Demega, anggota tim pemeriksa […]

  • DPR Tetapkan 5 Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua

    DPR Tetapkan 5 Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menetapkan lima calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis. Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang sebelumnya telah dilakukan oleh Komisi XI DPR terhadap para […]

  • The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memberi sinyal siap melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, para pejabat tetap berhati-hati karena tekanan inflasi dinilai masih tinggi dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi. Dalam risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 16–17 September 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • HUT ke-27, Bank Mandiri Gelar Pasar Murah dan Dukung UMKM Lokal

    HUT ke-27, Bank Mandiri Gelar Pasar Murah dan Dukung UMKM Lokal

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka memperingati HUT ke-27, Bank Mandiri menggelar Program Pasar Murah Mandiri di Nawasena Mandiri Corporate University, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini diikuti ribuan masyarakat serta pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari tema besar perayaan tahun ini, yaitu “Sinergi Majukan Negeri.” Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan […]

  • IHSG Dibuka Menguat pada Perdagangan Kamis Pagi

    IHSG Dibuka Menguat pada Perdagangan Kamis Pagi

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis pagi dengan pergerakan positif, seiring sentimen optimisme pelaku pasar terhadap kondisi pasar saham domestik. Pada awal sesi perdagangan, IHSG tercatat bergerak di zona hijau dengan penguatan puluhan poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan minat beli investor yang masih terjaga […]

expand_less