Kamis, 21 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Emiten menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), mengumumkan rencana untuk mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private) sekaligus melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kendala pemenuhan ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan oleh BEI. Sejak April 2025, saham SUPR bahkan telah mengalami suspensi perdagangan.

Manajemen SUPR menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi ketentuan free float, namun belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, perseroan memilih opsi go private sebagai langkah strategis jangka panjang. Keputusan ini juga merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi operasional dan restrukturisasi kepemilikan saham dalam grup.

Rencana go private dan delisting tersebut akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026.

Persetujuan harus datang dari pemegang saham independen sesuai dengan ketentuan regulator, termasuk bukan pihak yang memiliki kepentingan langsung dalam aksi korporasi tersebut.

Sebagai bagian dari proses go private, pemegang saham pengendali, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), akan melakukan tender offer sukarela kepada pemegang saham publik.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp45.000 per saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga historis sekitar Rp42.295 per saham dalam 12 bulan terakhir sebelum suspensi.

Jika rencana ini disetujui, investor publik yang tidak ikut dalam tender offer tetap akan menjadi pemegang saham, namun dalam perusahaan tertutup yang tidak lagi diperdagangkan di bursa.

Sebagai informasi, SUPR merupakan bagian dari Grup Djarum yang dikendalikan oleh pengusaha nasional Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono.

Seiring pengumuman tersebut, BEI telah menghentikan sementara perdagangan saham SUPR di seluruh pasar mulai 6 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari proses menuju delisting, sambil menunggu keputusan final dari pemegang saham dalam RUPSLB mendatang.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sejumlah mata uang di Asia juga mengalami penguatan. Dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%. dolar Singapura […]

  • Temui Investor, Airlangga Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia

    Temui Investor, Airlangga Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas kebijakan ekonomi nasional di hadapan para investor institusional. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menekankan bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah terukur guna menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global dan perkembangan sektor […]

  • I2RI Perkuat Kolaborasi BUMN Infrastruktur untuk Inovasi dan Riset Berkelanjutan

    I2RI Perkuat Kolaborasi BUMN Infrastruktur untuk Inovasi dan Riset Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI) resmi menjadi wadah kolaboratif bagi BUMN klaster infrastruktur untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, serta hasil riset dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menjadi salah satu perusahaan yang aktif berperan dalam penguatan riset terapan (applied research) di sektor konstruksi melalui […]

  • Versi Apindo UMP 2026 Naik Sekitar 4,2 Persen, KSPI Ingin Minimal 6,5 Persen

    Versi Apindo UMP 2026 Naik Sekitar 4,2 Persen, KSPI Ingin Minimal 6,5 Persen

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keinginan buruh agar UMP 2026 naik minimal 6,5 persen tampaknya tak menemui jalan lempang. Keinginan itu berbeda dengan perkiraan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang ingin upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026 tidak melonjak signifikan. Apindo memperkirakan kenaikan UMP tahun depan akan mentok di kisaran 4,2%. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menegaskan bahwa […]

  • Wamen Helvi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Industri Berkelanjutan

    Wamen Helvi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Industri Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan dukungan penuh terhadap pelaku UMKM yang berfokus pada pengembangan industri berkelanjutan agar dapat bertransformasi dan naik kelas. Pernyataan itu disampaikan Helvi saat meninjau program Help Me Grow di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Program ini merupakan inisiatif […]

  • Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian. Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, […]

expand_less