Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI. Wall Street reli untuk dua hari berturut-turut
JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74.
Penguatan Wall Street didorong oleh optimisme pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Pernyataan ini meningkatkan harapan investor terhadap stabilitas global dan menekan tingkat volatilitas pasar.
Saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi motor utama reli. Saham Alphabet melonjak 3,4%, diikuti Meta Platforms dan Amazon yang masing-masing naik lebih dari 1%.
Selain itu, sektor semikonduktor juga mencatatkan penguatan signifikan, tercermin dari kenaikan indeks chip PHLX sebesar 2,82%.
Di sisi lain, kabar rencana penawaran umum perdana (IPO) oleh SpaceX turut mengerek saham sektor antariksa. Saham perusahaan seperti Intuitive Machines dan Planet Labs melonjak hingga dua digit.
Sentimen positif juga datang dari sektor kesehatan. Saham Eli Lilly naik 3,8% setelah mendapatkan persetujuan regulator AS untuk produk obat penurun berat badan terbarunya.
Namun, tidak semua saham bergerak naik. Saham Nike anjlok 15,5% setelah perusahaan memperkirakan penurunan penjualan kuartal keempat yang mengecewakan.
Sementara itu, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam, yang turut menekan sektor energi. Kondisi ini justru memberikan sentimen positif bagi sektor transportasi, termasuk maskapai penerbangan yang ikut menguat.
Dari sisi makroekonomi, data tenaga kerja menunjukkan pertumbuhan yang stabil, sementara aktivitas manufaktur juga mengalami peningkatan. Meski demikian, pelaku pasar kini mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi.
Wall Street kini mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan meredanya ketegangan geopolitik.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar