Selasa, 28 Apr 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

  • account_circle say say
  • calendar_month Jum, 13 Mar 2026

JAMBISNIS.COM – Beban pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat dan mulai menekan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan estimasi sementara yang dihitung dari selisih defisit anggaran dan keseimbangan primer, pembayaran bunga utang Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar Rp99,8 triliun.

Nilai tersebut setara 27,8 persen dari total pendapatan negara yang tercatat sebesar Rp358 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun, porsi pembayaran bunga utang mencapai 28,8 persen.

Kondisi ini menandakan semakin besarnya tekanan fiskal yang harus ditanggung pemerintah dalam mengelola anggaran negara.

Risiko pembengkakan beban bunga utang diperkirakan meningkat seiring kenaikan imbal hasil surat utang negara.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di level 6,52 persen per 10 Maret 2026. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun berada di posisi 4,09 persen.

Secara kumulatif sejak awal tahun 2026, yield SBN tercatat meningkat sekitar 55 basis poin.

Kenaikan yield ini berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan utang pemerintah di masa mendatang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan pemerintah tetap mengelola utang secara hati-hati untuk menjaga risiko fiskal.

Menurut dia, pengelolaan portofolio utang dilakukan secara cermat agar rasio pembayaran bunga utang maupun Debt Service Ratio (DSR) tetap berada pada level yang aman.

“Dengan utang yang dikelola secara efisien dan ditopang oleh peningkatan penerimaan negara melalui berbagai reformasi, risiko tersebut tetap terkendali,” ujar Suminto.

Meski demikian, rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Februari 2025, rasio pembayaran bunga utang tercatat 24,98 persen. Namun pada periode yang sama tahun ini, rasio tersebut meningkat menjadi 28,8 persen.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa kemampuan pendapatan negara untuk menutup kewajiban bunga utang semakin tertekan.

Pemerintah berharap peningkatan penerimaan pajak dapat membantu memperbaiki rasio tersebut. Pada Februari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 30,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, menilai lonjakan pembayaran bunga utang dapat mengurangi fleksibilitas APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi.

Menurut dia, ketika keseimbangan primer masih negatif, sebagian pembiayaan negara digunakan untuk menutup biaya bunga utang, bukan untuk memperluas belanja pembangunan.

“Struktur belanja menjadi lebih rigid dan ruang fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi semakin terbatas,” kata Rizal.

Ia menambahkan porsi bunga utang yang besar juga berpotensi menimbulkan crowding out, yakni mengurangi alokasi anggaran bagi sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta program peningkatan produktivitas.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik global juga diperkirakan dapat memperburuk kondisi fiskal Indonesia.

Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan energi berpotensi membuat defisit APBN 2026 melampaui batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan beban subsidi energi sekaligus menekan penerimaan negara.

Jika harga minyak Brent naik setiap 10 dollar AS per barel, biaya subsidi bahan bakar minyak diperkirakan bisa meningkat hingga 30 persen.

Sementara pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp500 per dolar AS berpotensi meningkatkan beban subsidi agregat sekitar 3 persen.

“Belanja meningkat, sementara penerimaan berisiko melemah. Artinya, celah defisit anggaran bisa semakin melebar,” ujar Piter.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah dua bulan berturut-turut melemah, penjualan eceran nasional akhirnya tumbuh lagi pada Agustus 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan sebesar 0,6% secara bulanan (month to month/MtM), berbalik arah dari kontraksi -4,1% di Juli dan -0,2% di Juni. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan ini bersifat musiman karena adanya […]

  • Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga secara resmi menyerahkan jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, kepada negara pada Senin (2/3/2026). Prosesi penyerahan dilakukan melalui upacara militer di Aula Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, setelah pelaksanaan shalat jenazah. Berdasarkan pantauan di lokasi, peti jenazah dibopong oleh putra almarhum bersama anggota keluarga dan prajurit TNI menuju area upacara. […]

  • Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali menguat hingga menembus level baru pada Senin, 26 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam menanjak Rp 1.350 ke level Rp 65.600 per gram. Angka ini merupakan level baru dengan melampaui Rp 65.000 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (24/1/2026) naik drastis […]

  • Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

    Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Nagari menjadi salah satu bank yang terdampak langsung oleh bencana banjir di Sumatera Barat. Di tengah kondisi tersebut, bank mulai memetakan dampak banjir, nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang paling terdampak. Pemetaan awal dilakukan terhadap dampak operasional dan debitur, sembari menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi […]

  • Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aturan kuota internet yang hangus meski telah dibayar lunas kini diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini membuka perdebatan tajam antara hak konsumen dan model bisnis operator telekomunikasi, sekaligus mempertanyakan bagaimana negara memandang kepemilikan produk digital. Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, menggugat Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Cipta Kerja […]

  • Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    Harga Kopi Dunia Melonjak: Dampak Tarif Trump dan Krisis Iklim di Brasil

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kopi dunia kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump serta dampak perubahan iklim yang melanda Brasil, produsen kopi terbesar dunia. Sejak Juli 2025, AS menerapkan tarif impor 50% terhadap kopi dari Brasil. Akibatnya, harga kopi bubuk […]

expand_less