Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Daging Sapi di Jambi Naik
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kenaikan juga terjadi pada daging sapi murni yang kini dijual sekitar Rp150.000 per kilogram atau naik sekitar 6,67 persen.
JAMBISNIS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di Kota Jambi mulai mengalami kenaikan. Namun secara umum, sebagian besar kebutuhan sembako di pasar tradisional masih terpantau stabil.
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Kebutuhan Pokok (SIHARKO) dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, pemantauan harga di Pasar Angso Duo per 13 Maret 2026 menunjukkan kenaikan pada beberapa komoditas utama seperti cabai dan daging sapi.
Komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah cabai rawit. Harga cabe rawit merah kini mencapai Rp90.000 per kilogram atau naik sekitar 11,11 persen. Sementara cabe rawit hijau berada di kisaran Rp45.000 per kilogram dengan kenaikan persentase yang sama.
Selain cabai rawit, harga cabe merah besar dan cabe merah kecil juga mengalami kenaikan sekitar 6,25 persen dengan harga Rp32.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi murni yang kini dijual sekitar Rp150.000 per kilogram atau naik sekitar 6,67 persen. Kondisi ini dinilai wajar mengingat permintaan masyarakat biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Meski beberapa komoditas naik, sebagian besar kebutuhan pokok di pasar masih stabil. Harga beras Belido tercatat Rp15.400 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.
Harga gula pasir lokal juga masih stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng relatif tidak berubah, dengan minyak curah berada di kisaran Rp18.000 per kilogram dan minyak kemasan premium sekitar Rp19.000 per liter.
Komoditas lain seperti telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, ikan, hingga mie instan juga terpantau stabil.
Pemerintah daerah memperkirakan permintaan bahan pokok akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu, terutama cabai dan daging.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar