Pemerintah Jajaki Ekspor Ikan Patin 700 Ton ke Arab Saudi saat Musim Haji
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki peluang ekspor ikan patin sebanyak 600 hingga 700 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji pada musim haji mendatang.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki peluang ekspor ikan patin sebanyak 600 hingga 700 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji pada musim haji mendatang.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud mengatakan rencana ekspor tersebut masih dalam tahap negosiasi dan menunggu persetujuan dari otoritas setempat.
“Kalau untuk kebutuhan haji, dengan sekitar 200 ribu jemaah, permintaannya bisa mencapai 600 sampai 700 ton,” ujar Machmud di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
Machmud menjelaskan Indonesia sebenarnya pernah mengekspor ikan patin ke Arab Saudi pada 2019, sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, volume ekspor mencapai hampir 300 ton dalam bentuk fillet dan potongan ikan.
“Waktu 2019 sebelum pandemi, kita ekspor hampir 300 ton patin untuk kebutuhan haji. Mudah-mudahan syaratnya bisa segera diselesaikan agar ekspor ini bisa berjalan kembali,” katanya.
Selama ini, pasokan ikan patin untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi sebagian besar berasal dari Vietnam. Selain patin, Indonesia juga telah mengekspor produk perikanan lain seperti tuna dan cakalang kaleng untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini mengatakan pemerintah telah membentuk tim terpadu ekosistem pangan haji dan umrah guna mempercepat proses ekspor produk perikanan budidaya ke Arab Saudi.
Menurutnya, KKP saat ini masih bernegosiasi dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) terkait persyaratan ekspor ikan budidaya.
“Kita masih menunggu approval dari SFDA. Seluruh persyaratan yang diminta sebenarnya sudah kami penuhi, dan komunikasi terus dilakukan,” ujar Ishartini.
KKP menilai potensi ekspor ikan patin ke Arab Saudi cukup besar, tidak hanya untuk musim haji tetapi juga umrah. Jumlah jemaah umrah yang lebih tinggi dinilai membuka peluang ekspor yang berkelanjutan, tergantung menu konsumsi yang ditetapkan pihak otoritas Saudi.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar