Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Namun, industri kopi nasional kini menghadapi tantangan serius akibat volatilitas harga global, perubahan iklim, serta pengetatan regulasi internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada petani hingga eksportir kopi di Tanah Air.

Di tengah tekanan tersebut, Louis Dreyfus Company (LDC) menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas rantai pasok kopi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di Indonesia, LDC mengembangkan rantai pasok terintegrasi mulai dari pengadaan, pengolahan, penyimpanan, hingga ekspor kopi.

Country Head of Indonesia Louis Dreyfus Company, Rajat Dutt, menyampaikan bahwa integrasi rantai pasok memberikan visibilitas dan ketertelusuran (traceability) yang penting, terutama saat harga kopi bergejolak dan terjadi gangguan logistik global.

“Integrasi ini memberi kami visibilitas dan ketertelusuran di sepanjang rantai pasok, yang sangat penting selama masa volatilitas harga dan gangguan logistik,” ujar Rajat, Rabu (14/1/2026).

Selain manajemen risiko, LDC juga memperkuat infrastruktur dengan membangun fasilitas gudang kopi baru di Lampung. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan, menjaga kualitas kopi, serta memastikan kelancaran pasokan untuk kebutuhan ekspor.

Pengolahan dan penyimpanan di dalam negeri memungkinkan kualitas kopi Indonesia terjaga, sekaligus memenuhi tuntutan traceability yang semakin ketat di pasar internasional.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, LDC bekerja langsung dengan lebih dari 10.000 petani kopi di Indonesia melalui program peningkatan kualitas produksi, konsistensi hasil panen, serta kinerja lingkungan.

Salah satu inisiatif unggulan adalah Stronger Coffee Initiative, yang mendorong peningkatan produktivitas petani sekaligus pemulihan ekosistem. Program ini mencakup restorasi lahan di Aceh, Sumatra Utara, dan Lampung dengan penanaman sekitar 628.000 pohon, serta pelatihan bagi lebih dari 18.000 petani dan anggota masyarakat.

Dalam upaya keberlanjutan, LDC juga melibatkan generasi muda dan pakar industri kopi untuk mempercepat penerapan praktik pertanian regeneratif dan climate-smart agriculture. Bersama mitra lokal, perusahaan menguji teknologi ramah lingkungan seperti biochar guna menurunkan emisi karbon, meningkatkan kesuburan tanah, dan efisiensi biaya.

Rajat menambahkan, digitalisasi rantai pasok dan pelatihan petani juga dilakukan untuk membantu memenuhi regulasi global, termasuk Regulasi Uni Eropa tentang Produk Bebas Deforestasi (EUDR).

Indonesia sendiri memiliki keunggulan kopi Arabika premium dari daerah seperti Gayo, Ijen, dan Kintamani, yang terus diminati pasar specialty global. Kolaborasi berkelanjutan antara petani, pemerintah, dan pelaku industri diharapkan mampu membangun sektor kopi Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk […]

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

  • Lampu Sein Mobil Mati Segera Perbaiki, Bagaimana Mengetahuinya?

    Lampu Sein Mobil Mati Segera Perbaiki, Bagaimana Mengetahuinya?

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peran lampu sein pada mobil cukup penting, yakni untuk memberikan sinyal kepada pengendara lain ketika di jalan. Dengan demikian, komunikasi antar pengendara dapat tercipta, sehingga lalu lintas bisa lebih kondusif. Maka dari itu, ketika lampu sein mati, pengemudi wajib segera memperbaikinya demi keselamatan bersama. Selain membahayakan, lampu sein mati juga bisa kena tilang […]

  • IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham […]

  • Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menilai eskalasi konflik di Papua tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan parsial. Ia menegaskan perlunya langkah besar, menyeluruh, dan berbasis dialog untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang. Pernyataan itu disampaikan Pigai menyusul laporan Komnas HAM yang mencatat 97 peristiwa kekerasan sepanjang 2025 dan 26 kasus tambahan […]

  • Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) per Jumat (10/10/2025). Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan setelah keluar dari FCA, saham DADA kini dipindahkan ke papan pengembangan. “Pemindahan ini dilakukan karena saham DADA […]

expand_less