Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun menjadi 74,3 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan November (74,6 persen), Oktober (74,7 persen), dan September 2025 (75,1 persen).

Sebaliknya, kecenderungan menabung masyarakat justru meningkat. BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan (savings to income ratio) pada Desember 2025 naik menjadi 14,87 persen, lebih tinggi dibandingkan November sebesar 14,44 persen dan Oktober 2025 sebesar 14,32 persen. Kondisi ini menunjukkan masyarakat semakin defensif dalam menyikapi tekanan ekonomi.

Sejalan dengan tren tersebut, Indeks Penjualan Riil (IPR) BI memproyeksikan penjualan eceran pada akhir 2025 tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Meski masih mencatatkan pertumbuhan, angka ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 6,3 persen secara tahunan, menandakan momentum belanja akhir tahun tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai perlambatan konsumsi ini bukan sekadar faktor musiman. Menurutnya, pelemahan daya beli mencerminkan tekanan biaya hidup yang belum sepenuhnya mereda serta meningkatnya kehati-hatian rumah tangga akibat ketidakpastian pendapatan dan prospek ekonomi ke depan.

Ia mengingatkan, meskipun pertumbuhan ekonomi 2025 masih terjaga, ketergantungan ekonomi nasional pada konsumsi rumah tangga berisiko melemah apabila tidak disertai perbaikan struktural, seperti penguatan upah riil dan kepastian kerja. Kenaikan rasio tabungan memang memberi bantalan likuiditas memasuki 2026, namun tidak otomatis mendorong perputaran ekonomi di sektor riil.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. Ia memperkirakan konsumsi rumah tangga tetap tumbuh pada 2026, namun lajunya berpotensi terbatas jika masyarakat terus memprioritaskan tabungan. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci untuk menjaga daya beli riil masyarakat.

Para ekonom menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang lebih presisi pada 2026, terutama untuk menekan biaya hidup dan memastikan stimulus fiskal benar-benar efektif mendorong konsumsi kelompok menengah ke bawah. Tanpa langkah tersebut, konsumsi diperkirakan tetap tumbuh, tetapi dengan daya dorong yang semakin terbatas terhadap perekonomian nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya memperluas literasi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan. Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Jambi menggelar kegiatan “KSPM Insight Room: Spesial Nobar Capital Market and Summit Expo 2025” di Paviliun Jambi Business Center, Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang diselenggarakan […]

  • Kabut Asap Mengintai Jambi, ISPU Turun di Kota Jambi tapi Karhutla Masih Mengancam 11 Daerah

    Kabut Asap Mengintai Jambi, ISPU Turun di Kota Jambi tapi Karhutla Masih Mengancam 11 Daerah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Provinsi Jambi pada Jumat (28/8/2026). Meski kualitas udara di Kota Jambi mulai membaik, potensi asap dan udara kabur masih terpantau di sejumlah wilayah. Data terbaru kualitas udara yang tersedia menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 96 atau kategori sedang pada Kamis […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

  • Baru Terungkap! Al Haris Sebut BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Warga Jadi Antre di SPBU

    Baru Terungkap! Al Haris Sebut BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Warga Jadi Antre di SPBU

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menyoroti keras praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dialihkan ke aktivitas tambang ilegal. Ia menegaskan bahwa distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan industri. Menurut Al Haris, pihaknya telah menerima laporan adanya oknum yang membeli BBM subsidi di SPBU untuk kemudian digunakan […]

  • Mengenal 9 Haji, Pengusaha Daerah yang Menggeser Dominasi Konglomerat Indonesia

    Mengenal 9 Haji, Pengusaha Daerah yang Menggeser Dominasi Konglomerat Indonesia

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Munculnya kelompok pengusaha yang dijuluki “9 Haji” menandai perubahan penting dalam peta ekonomi Indonesia. Mereka bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga memiliki pengaruh besar di daerah masing-masing, terutama di sektor berbasis sumber daya alam dan industri strategis. Istilah “9 Haji” merujuk pada sejumlah pengusaha Muslim dari berbagai wilayah Indonesia yang berhasil […]

  • Tarif Listrik PLN per kWh Terbaru Berlaku Mulai 3 Februari 2026

    Tarif Listrik PLN per kWh Terbaru Berlaku Mulai 3 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) pada Triwulan I 2026 atau periode Januari–Maret 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 3 Februari 2026 dan ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional. Keputusan tersebut mencakup 13 golongan pelanggan non-subsidi. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber […]

expand_less