Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun menjadi 74,3 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan November (74,6 persen), Oktober (74,7 persen), dan September 2025 (75,1 persen).

Sebaliknya, kecenderungan menabung masyarakat justru meningkat. BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan (savings to income ratio) pada Desember 2025 naik menjadi 14,87 persen, lebih tinggi dibandingkan November sebesar 14,44 persen dan Oktober 2025 sebesar 14,32 persen. Kondisi ini menunjukkan masyarakat semakin defensif dalam menyikapi tekanan ekonomi.

Sejalan dengan tren tersebut, Indeks Penjualan Riil (IPR) BI memproyeksikan penjualan eceran pada akhir 2025 tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Meski masih mencatatkan pertumbuhan, angka ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 6,3 persen secara tahunan, menandakan momentum belanja akhir tahun tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai perlambatan konsumsi ini bukan sekadar faktor musiman. Menurutnya, pelemahan daya beli mencerminkan tekanan biaya hidup yang belum sepenuhnya mereda serta meningkatnya kehati-hatian rumah tangga akibat ketidakpastian pendapatan dan prospek ekonomi ke depan.

Ia mengingatkan, meskipun pertumbuhan ekonomi 2025 masih terjaga, ketergantungan ekonomi nasional pada konsumsi rumah tangga berisiko melemah apabila tidak disertai perbaikan struktural, seperti penguatan upah riil dan kepastian kerja. Kenaikan rasio tabungan memang memberi bantalan likuiditas memasuki 2026, namun tidak otomatis mendorong perputaran ekonomi di sektor riil.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. Ia memperkirakan konsumsi rumah tangga tetap tumbuh pada 2026, namun lajunya berpotensi terbatas jika masyarakat terus memprioritaskan tabungan. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci untuk menjaga daya beli riil masyarakat.

Para ekonom menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang lebih presisi pada 2026, terutama untuk menekan biaya hidup dan memastikan stimulus fiskal benar-benar efektif mendorong konsumsi kelompok menengah ke bawah. Tanpa langkah tersebut, konsumsi diperkirakan tetap tumbuh, tetapi dengan daya dorong yang semakin terbatas terhadap perekonomian nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum stabil. Dibuka pada perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025), rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka terdepresiasi 0,25% atau 39 poin ke Rp16.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11% atau 0,11 poin ke 99,97. Sementara […]

  • Awal Ramadan, Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun

    Awal Ramadan, Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas UBS dan Galeri24 yang dijual di Pegadaian kompak merosot pada awal Ramadan ini. Logam mulia buatan UBS dan Galeri24 itu masing-masing turun Rp29.000-Rp28.000. Dikutip dari resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (19/2/2026) pagi, menunjukkan harga emas UBS diangka Rp2.929.000 per gram. Sedangkan harga emas Galeri24 lebih murah Rp2.915.000 per gram. Angka tersebut merosot […]

  • QRIS Tembus Korea! BI Uji Coba Pembayaran Digital Tanpa Batas Negara

    QRIS Tembus Korea! BI Uji Coba Pembayaran Digital Tanpa Batas Negara

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mulai menjalankan tahap percobaan awal (sandboxing) untuk penggunaan Quick Responses Indonesian Standard (QRIS) lintas negara(cross border) dengan Korea Selatan. Bila uji coba berjalan lancar penerapan QRIS ke Korea Selatan akan berlaku sepenuhnya pada tahun 2026. “Kita launching sandboxing dengan Korea Selatan, insya Allah tahun depan mulai nyambung,” ucap Gubernur BI […]

  • Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polisi Jepang bersama sebuah universitas di Prefektur Aichi bersama perusahaan teknologi dan layanan IT NTT Data Group Corp. telah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk membuat gambar sketsa wajah tersangka. Kyodo melaporkan pada Rabu (31/12/2025), sistem tersebut bertujuan menghemat waktu dan memungkinkan siapa pun, termasuk mereka yang tidak memiliki kemampuan […]

  • 16 Perjalanan Kereta Dibatalkan Akibat Banjir Rendam Rel di Semarang

    16 Perjalanan Kereta Dibatalkan Akibat Banjir Rendam Rel di Semarang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 16 perjalanan kereta api (KA) dibatalkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang akibat banjir yang merendam jalur rel antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alastua, Jawa Tengah. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa hingga Rabu (29/10), rekayasa pola operasi KA masih diberlakukan karena […]

  • DPR Sebut Anggaran Pendidikan untuk Program MBG di APBN 2026 Strategi Cerdas dan Layak Diapresiasi

    DPR Sebut Anggaran Pendidikan untuk Program MBG di APBN 2026 Strategi Cerdas dan Layak Diapresiasi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan tidak ada kekeliruan dalam penggunaan anggaran pendidikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di APBN 2026. Ia menilai, pengalokasian sebagian anggaran pendidikan untuk MBG merupakan strategi kebijakan yang tepat dan justru layak diapresiasi, bukan dipersoalkan. “Masyarakat harus dibangun pemahamannya bahwa penerima manfaat dari MBG […]

expand_less