Pengintaian Berbulan-bulan hingga Drone Tempur, Begini Operasi Absolute Resolve AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026) dini hari
JAMBISNIS.COM – Amerika Serikat mengungkap secara terbuka jalannya Operation Absolute Resolve, sebuah operasi militer berskala besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Operasi ini disebut sebagai hasil perencanaan panjang yang melibatkan koordinasi lintas matra militer Amerika Serikat.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menegaskan bahwa operasi tersebut bukan aksi spontan. Selama berbulan-bulan, personel dari unsur udara, darat, laut, antariksa, hingga intelijen bekerja secara terpadu untuk menyiapkan misi penangkapan pemimpin Venezuela itu.
Keputusan akhir untuk mengeksekusi operasi diambil langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Berdasarkan laporan BBC, lampu hijau diberikan pada 2 Januari 2026 pukul 22.46 waktu Pantai Timur AS (ET) atau 03.46 GMT.
Tak lama berselang, militer AS mengerahkan kekuatan besar. Sekitar 150 pesawat diluncurkan dari 20 pangkalan berbeda di kawasan Belahan Barat menuju wilayah Venezuela. Operasi ini menjadi salah satu pengerahan kekuatan udara terbesar AS dalam beberapa tahun terakhir.
Tahap krusial berlangsung pada dini hari 3 Januari 2026. Pada pukul 01.01 ET atau 02.01 waktu setempat Venezuela, pasukan ekstraksi yang terdiri dari tim darat dan helikopter mulai mendekati kompleks kediaman Nicolas Maduro. Target utama operasi ini adalah menangkap Maduro beserta istrinya.
Untuk menjamin keberhasilan misi, pasukan darat dan helikopter mendapat pengawalan udara ketat. Militer AS mengerahkan berbagai alutsista canggih, termasuk F-22, F-35, F/A-18, EA-18, E-2, pembom strategis B-1, serta sejumlah pesawat nirawak atau drone.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Salah satu helikopter dilaporkan sempat terkena tembakan. Meski demikian, helikopter tersebut masih mampu melanjutkan misi hingga operasi dinyatakan selesai.
Setelah berhasil diamankan, Nicolas Maduro dan istrinya dievakuasi dari lokasi operasi. Keduanya kemudian dibawa ke kapal perang Amerika Serikat USS Iwo Jima pada waktu tertentu setelah pukul 03.39 ET atau 08.39 GMT.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar