Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana kenaikan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026 menimbulkan kecemasan petani. Kebijakan ini dinilai melemahkan daya saing sawit Indonesia yang berujung pada penerimaan petani terkait harga sawit.

Menurut Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem kelapa sawit dari hulu hingga hilir.

“Tujuan awal dari program biodiesel itu adalah untuk mengintervensi stabilisasi pasar dan tidak bisa mendominasi hingga B50. Karena itu, mendesain kebijakan biodiesel hingga sangat dominan adalah sesuatu yang keliru,” ujar Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).

Alasan dia menyebut daya saing sawit Indonesia di pasar global akan melemah karena dengan adanya kebijakan PE, akan menambah biaya ekspor, khususnya komponen cost, insurance, and freight (CIF).

Menurut POPSI, jika kebijakan B50 tetap dipaksakan dengan sumber pendanaan utama dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), maka petani sawit akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Dana BPDP yang semestinya dialokasikan untuk peremajaan, peningkatan produktivitas, penguatan sumber daya manusia, serta dukungan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dikhawatirkan terpinggirkan.

Dikutip dari Kompas.com, saat ini, pungutan ekspor sawit berada di kisaran 75 hingga 95 dollar AS per ton, bergantung pada harga crude palm oil (CPO) internasional.

POPSI mencatat dana BPDP telah banyak terkuras untuk menutup selisih harga biosolar sawit dengan solar impor, sementara sejumlah program petani tersendat dan berpotensi kehabisan dana pada pertengahan 2026. POPSI juga mengingatkan bahwa kenaikan pungutan ekspor berdampak langsung pada harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

Berdasarkan studi Serikat Petani Kelapa Sawit tahun 2018, setiap kenaikan pungutan ekspor sebesar 50 dollar AS per ton berkontribusi terhadap penurunan harga TBS sekitar Rp 435 per kilogram. Anggota POPSI yang juga Ketua Umum APKASINDO Perjuangan Alvian Rahman menegaskan, petani selama ini selalu menanggung dampak akhir kebijakan biodiesel.

“Petani tidak menikmati langsung program biodiesel, tetapi selalu diminta membayar mahal melalui turunnya harga Tandan Buah Sawit (TBS). Ini ketimpangan kebijakan yang terus berulang,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF Abra Talattov. Ia menilai rencana menuju B50 seharusnya didahului evaluasi menyeluruh atas kebijakan sebelumnya, termasuk pelaksanaan amanat Presiden Nomor 132 Tahun 2024. “Kondisi saat ini berbeda dibandingkan saat kebijakan sebelumnya diterapkan,” ujar Abra.

Sebagai solusi, POPSI menegaskan tidak menolak program biodiesel, namun meminta kebijakan tersebut didesain ulang agar lebih adil dan berkelanjutan. Salah satu usulan yang diajukan adalah penerapan subsidi biodiesel yang lebih terarah hanya untuk sektor Public Service Obligation (PSO), dengan batas atas subsidi maksimal sekitar Rp 4.000 per liter. Selain itu, POPSI mengusulkan penerapan konsep fleksiblending, dengan B30 sebagai batas minimum dan penyesuaian bauran biodiesel dilakukan secara dinamis mengikuti harga CPO dan minyak fosil. Menurut POPSI, pendekatan ini dapat menjaga keberlanjutan pendanaan BPDP sekaligus melindungi pendapatan petani sawit.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 16.707 per Dolar AS

    Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 16.707 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan hari ini, Jumat (14/11/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.707 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 0,13 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.728 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Mayoritas mata […]

  • Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Harga sejumlah bahan pokok atau sembako di beberapa pasar rakyat di Kota Jambi tercatat relatif stabil menjelang pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga komoditas di Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang menunjukkan kondisi yang cukup terkendali, meski ada sedikit fluktuasi […]

  • Harga Cabai Rawit di Pasar Talang Banjar Masih Bertahan di Harga Rp50.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit di Pasar Talang Banjar Masih Bertahan di Harga Rp50.000 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Perkembangan harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Rabu, 15 Juli 2026 masih terpantau stabil. Meski demikian, cabai rawit hijau dan cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, cabai rawit merah naik 10 persen menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara […]

  • Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menilai bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi peringatan atas kondisi hutan lindung di Indonesia yang tidak terjaga. Menurut dia, pengelolaan kawasan hutan bahkan banyak dilakukan secara ilegal sehingga memperparah risiko bencana. “Hutan lindung di Indonesia harus dijaga. Banyak tambang dan […]

  • Dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi, Hanya 5 Wisman

    Dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi, Hanya 5 Wisman

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hotel berbintang di Provinsi Jambi masih sangat bergantung pada wisatawan domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dari setiap 1.000 tamu yang menginap pada Juli 2026, hanya sekitar lima orang yang berasal dari mancanegara. BPS mencatat total tamu hotel berbintang pada Juli mencapai 58.932 orang. Dari jumlah tersebut, 58.629 merupakan tamu nusantara, sedangkan […]

  • Setelah Setop Produksi Juli 2025, Amman Mineral Dapat Rekomendasi Ekspor Konsentrat Tembaga Selama 6 Bulan

    Setelah Setop Produksi Juli 2025, Amman Mineral Dapat Rekomendasi Ekspor Konsentrat Tembaga Selama 6 Bulan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akhirnya mendapat angin segar setelah sempat menghentikan produksi sejak Juli 2025 akibat kondisi kahar. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi telah memberikan rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga kepada Amman Mineral untuk jangka waktu enam bulan. Langkah ini diambil setelah smelter milik Amman di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa […]

expand_less