Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

  • account_circle -
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Petani kedelai di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, mengaku kecewa dengan hasil panen musim ini. Lahan subur seluas lebih dari 3 hektare (7,4 acre) hanya menghasilkan 9.000 kg kedelai, atau sekitar seperlima dari produksi yang seharusnya. Akibat hujan berlebihan yang merusak tanaman.

Sementara itu, harga jagung yang ditanam di dekat kedelai justru anjlok karena panen melimpah akibat curah hujan yang tinggi.

“Produksi hanya sekitar 9.000 kg, padahal seharusnya jauh lebih tinggi,” ujar petani tersebut kepada Al Jazeera.

Kedua komoditas agrikultur ini, yang banyak digunakan untuk pakan ternak dan konsumsi manusia, menjadi salah satu poin penting dalam negosiasi perdagangan antara India dan Amerika Serikat.

Hingga saat ini, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 50 persen terhadap India, mendorong beberapa industri yang bergantung pada ekspor ke AS berada di ambang kehancuran.

Salah satu isu utama adalah akses AS ke sektor pertanian India, termasuk permintaan untuk membuka pasar bagi kedelai dan jagung genetically modified (GM). Teknologi GM memungkinkan modifikasi DNA tanaman untuk mempercepat produksi dibandingkan teknik pembiakan tradisional.

AS adalah produsen kedelai terbesar kedua di dunia setelah Brasil, menyumbang 28 persen dari total produksi global. Sebelumnya, China adalah pembeli utama kedelai AS, namun perang dagang telah membuat penjualan ke Beijing menurun drastis.

“Trump harus menjual kedelai dan jagungnya agar basis pemilih petani AS tetap puas,” kata Suman Sahai, pendiri organisasi nirlaba Gene Campaign.

India sejauh ini menolak impor kedelai dan jagung GM, karena negara ini memproduksi tanaman non-GM atau organik yang memiliki pasar global khusus. Menurut para ahli, masuknya varietas GM bisa merusak persepsi kualitas organik India.

India menghasilkan sekitar 13,05 juta ton kedelai, dengan Madhya Pradesh menyumbang lebih dari setengahnya. Produksi jagung sekitar 42 juta ton, 20 persen digunakan untuk bahan bakar etanol. I

India juga mandiri dalam produksi jagung, tetapi masih mengimpor minyak kedelai untuk konsumsi. Karena keterbatasan infrastruktur pengolahan.

Para petani mengeluhkan praktik perdagangan yang merugikan, di mana pedagang membeli di bawah harga pemerintah, ditambah biaya pupuk, benih, dan alat pertanian yang tinggi, serta curah hujan yang tidak menentu.

“Pedagang menentukan harga sesuka mereka, karena pemerintah tidak membeli dari kami. Kami bahkan tidak bisa menutupi biaya produksi,” kata petani jagung setempat.

Para petani khawatir, kerugian mereka akan membesar jika produk GM AS masuk ke pasar India. Menurut Nirbhay Singh, petani kedelai di desa Piploda, produksi kedelai GM dapat mencapai 3 ton per 0,40 hektare, dibandingkan 1 ton pada varietas tradisional.(*)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Beban pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat dan mulai menekan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan estimasi sementara yang dihitung dari selisih defisit anggaran dan keseimbangan primer, pembayaran bunga utang Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar Rp99,8 triliun. Nilai tersebut setara 27,8 persen dari total […]

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Politikus konservatif garis keras Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Selasa (21/10/2025). Kemenangan Takaichi menandai momen bersejarah yang memecahkan dominasi laki-laki dalam politik Jepang sekaligus membuka babak baru dengan pergeseran arah politik ke kanan. Takaichi dikenal sebagai murid ideologis mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum mantan Perdana Menteri […]

  • BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka memperkuat kredibilitas dan keandalan suku bunga acuan rupiah nasional, Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, untuk menggantikan Jibor, pasar keuangan Indonesia didorong untuk menggunakan Indonesia Overnight Index Average (Indonia), yaitu suku bunga acuan rupiah […]

  • Papua Jadi Target Perluasan Perkebunan Sawit Usai Sumatra, Ini Rencana Prabowo

    Papua Jadi Target Perluasan Perkebunan Sawit Usai Sumatra, Ini Rencana Prabowo

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, melayangkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait wacana penanaman kelapa sawit di Papua. Usman menilai gagasan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap pelajaran pahit dari bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat deforestasi, terutama di Aceh dan Sumatra. Pernyataan Presiden Prabowo soal rencana penanaman sawit di […]

  • Purbaya Kucurkan Rp150 Miliar Bangun Jembatan di Perbatasan Kaltara, Cegah Warga Bergantung ke Malaysia

    Purbaya Kucurkan Rp150 Miliar Bangun Jembatan di Perbatasan Kaltara, Cegah Warga Bergantung ke Malaysia

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah upaya memperkuat kemandirian wilayah perbatasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen mengalokasikan dana hingga Rp150 miliar untuk membangun jembatan penghubung di Kalimantan Utara (Kaltara). Langkah ini menjadi simbol keseriusan pemerintah memperkuat konektivitas nasional dan mencegah ketergantungan warga pada fasilitas di Malaysia akibat minimnya infrastruktur di kawasan perbatasan. Purbaya menjelaskan, keputusan tersebut […]

  • Mentan Awasi Ketat Harga Daging Sapi di Feedloter, Harga Masih di Bawah HAP

    Mentan Awasi Ketat Harga Daging Sapi di Feedloter, Harga Masih di Bawah HAP

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap harga daging sapi di feedloter. Langkah ini dilakukan menyusul aksi mogok para pedagang daging sapi se-Jabodetabek akibat tingginya harga timbang sapi hidup. Menurut Amran, berdasarkan laporan feedloter yang hadir dalam rapat koordinasi harga pangan di […]

expand_less