Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025), ke level 16.777 per dolar Amerika Serikat.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia ini melemah 0,16 persen atau 27 poin dibanding dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang menguat. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,78%. Disusul, yen Jepang yang melesat 0.18%.
Selanjutnya ada dolar Singapura terkerek 0,13% dan dolar Taiwan yang menanjak 0,07%. Lalu ada yuan China yang terangkat 0,04%.
Berikutnya dolar Hongkong yang naik 0,03% serta peso Filipina yang sudah ditutup stabil dengan kecenderungan menguat tipis pada hari ini.
Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,28%.
Kemudian ada won Korea Selatan yang turun 0,16% dan ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,03% terhadap the greenback.
Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi AS.
“Pelemahan ini sejalan dengan penguatan terbatas dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil US Treasury yang kembali naik tipis,” ungkapnya dikutip dari Antara, Senin.
Kondisi tersebut dinilai mendorong arus dana cenderung defensif dan membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sebelumnya, mengutip Anadolu, tercatat Consumer Price Index (CPI) tahunan AS sebesar 2,7 persen pada bulan November 2025 atau lebih rendah dari proyeksi pasar 3,1 persen dan turun dari 3 persen pada bulan September 2025.
Adapun tingkat inflasi bulanan adalah 0,2 persen pada bulan November, turun dari 0,3 persen pada bulan September. Pada bulan Oktober, data inflasi tidak dirilis karena penutupan pemerintah federal.
Di sisi domestik, sentimen pasar masih relatif netral dengan fokus utama terhadap stabilitas inflasi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Kendati fundamental rupiah dinilai masih terjaga, lanjutnya, tekanan eksternal membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, selama rupiah masih bergerak di atas area Rp16.800, tekanan dinilai belum mengarah ke pelemahan yang lebih dalam. Namun, apabila sentimen global memburuk dan dolar AS menguat signifikan, rupiah tetap memiliki risiko mendekati level Rp17 ribu dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Taufan.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar