Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia ini melemah 0,16 persen atau 27 poin dibanding dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS.

Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang menguat. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,78%. Disusul, yen Jepang yang melesat 0.18%.

Selanjutnya ada dolar Singapura terkerek 0,13% dan dolar Taiwan yang menanjak 0,07%. Lalu ada yuan China yang terangkat 0,04%.

Berikutnya dolar Hongkong yang naik 0,03% serta peso Filipina yang sudah ditutup stabil dengan kecenderungan menguat tipis pada hari ini.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,28%.

Kemudian ada won Korea Selatan yang turun 0,16% dan ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,03% terhadap the greenback.

Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi AS.

“Pelemahan ini sejalan dengan penguatan terbatas dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil US Treasury yang kembali naik tipis,” ungkapnya dikutip dari Antara, Senin.

Kondisi tersebut dinilai mendorong arus dana cenderung defensif dan membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebelumnya, mengutip Anadolu, tercatat Consumer Price Index (CPI) tahunan AS sebesar 2,7 persen pada bulan November 2025 atau lebih rendah dari proyeksi pasar 3,1 persen dan turun dari 3 persen pada bulan September 2025.

Adapun tingkat inflasi bulanan adalah 0,2 persen pada bulan November, turun dari 0,3 persen pada bulan September. Pada bulan Oktober, data inflasi tidak dirilis karena penutupan pemerintah federal.
Di sisi domestik, sentimen pasar masih relatif netral dengan fokus utama terhadap stabilitas inflasi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Kendati fundamental rupiah dinilai masih terjaga, lanjutnya, tekanan eksternal membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, selama rupiah masih bergerak di atas area Rp16.800, tekanan dinilai belum mengarah ke pelemahan yang lebih dalam. Namun, apabila sentimen global memburuk dan dolar AS menguat signifikan, rupiah tetap memiliki risiko mendekati level Rp17 ribu dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Taufan.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Menambah Beban APBN

    Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Menambah Beban APBN

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan kenaikan harga minyak dunia berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga energi dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut Juda, setiap kenaikan harga minyak mentah acuan Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar satu […]

  • Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam mengalami lonjakan pada Rabu (10/12/2025) ini. Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 1.600 menjadi Rp 36.245 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 9.461.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.501.988. Sedangkan perak dengan berat […]

  • Bermasalah? Jeep Tarik 24 Ribu Lebih Wrangler 4xe Plug-in Hybrid

    Bermasalah? Jeep Tarik 24 Ribu Lebih Wrangler 4xe Plug-in Hybrid

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS), Jeep harus mengeluarkan kampanye penarikan kembali (recall) untuk kendaraan Wrangler 4xe plug-in hybrid karena dapat mengakibatkan hilangnya daya penggerak dan banyak pemilik mengeluhkan berbagai masalah. Mengutip Antara, CarsCoops pada Jumat mencatat, kejadian ini menimpa sekitar 24.238 unit harus mendatangi bengkel resmi untuk mendapatkan penangan lebih lanjut. Menurut […]

  • Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angin segar berembus ke dunia usaha. Nilai tukar rupiah pada Selasa (9/6/2026) pagi dibuka menguat 54 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.134 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.188 per dolar AS. Penguatan ini langsung direspons pelaku usaha di Jambi. Sejumlah pengusaha mengaku mulai melihat celah untuk menekan biaya produksi, terutama yang bergantung […]

  • Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

    Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia usaha menilai kinerja industri manufaktur Indonesia pada 2026 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Setelah melewati fase pemulihan pada 2025, tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai rebound jangka pendek. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyebutkan, terdapat dua faktor utama yang akan membentuk […]

  • OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

    OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan keuangan berkelanjutan dan implementasi nilai ekonomi karbon. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di […]

expand_less