Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Aktivitas investasi properti di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL), nilai investasi properti komersial atau commercial real estate (CRE) di kawasan tersebut tumbuh 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal II/2025, mencapai US$31,2 miliar atau sekitar Rp517,68 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Asia Pasifik justru mencatat lonjakan besar dalam investasi properti. Laporan JLL mengungkap bahwa kawasan ini masih menjadi magnet bagi investor global, sementara Indonesia fokus memperkuat sektor manufaktur sebagai tulang punggung pertumbuhan properti nasional.

Korea Selatan menjadi negara dengan pertumbuhan investasi tertinggi di kawasan, naik 72% YoY pada kuartal II/2025 menjadi US$6 miliar, dengan akumulasi semester pertama mencapai US$12,8 miliar. Lonjakan ini terutama didorong oleh sektor perkantoran yang menyumbang 77% dari total volume pasar, karena banyak pemilik aset melepas properti sebelum terjadinya potensi oversupply di kawasan pusat bisnis.

“Meski investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, real estate komersial Asia Pasifik terus menarik investor global. Hal ini menunjukkan kekuatan fundamental kawasan dan resilience untuk sektor ini,” ujar Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets JLL, dikutip Kamis (9/10/2025). Stuart menambahkan, pasar hotel juga tetap aktif karena pemilik memanfaatkan kinerja yang membaik untuk menjual di harga premium. Selain itu, penurunan suku bunga acuan menjadi 2,5% oleh Bank of Korea pada Mei 2025 turut memperkuat momentum investasi di negeri Ginseng tersebut.

Sementara itu, Jepang mencatat nilai investasi sebesar US$7,6 miliar pada kuartal II/2025, naik 31% YoY. Total investasi semester pertama mencapai US$21,3 miliar, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dukungan kuat dari investor domestik dan lembaga seperti J-REITs, Warburg Pincus, Aberdeen, dan CapitaLand mendorong sektor perkantoran dan hunian multifamily naik signifikan.

Di Indonesia, prospek pasar properti komersial tetap positif berkat fundamental ekonomi yang stabil dan permintaan domestik yang kuat. Farazia Basarah, Country Head JLL Indonesia, mengatakan bahwa sektor manufaktur menjadi tumpuan utama investasi properti Tanah Air pada kuartal II/2025.

“Terlepas dari tantangan ekonomi global, kami melihat permintaan domestik yang solid serta penempatan modal internasional yang selektif, menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Farazia.

Berdasarkan data Realestat Indonesia (REI), realisasi investasi sektor properti nasional mencapai Rp75 triliun sepanjang semester I/2025. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, optimistis momentum pertumbuhan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

“Investasi di properti di semester I/2025 adalah sebesar Rp75 triliun. Ini adalah kondisi yang mestinya membuat kita optimis di semester kedua ini ataupun triwulan keempat,” kata Joko dalam sosialisasi Kredit Program Perumahan di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, bisnis pasar real estate nasional tumbuh 3,71%, disusul sektor konstruksi 4,98%, dan kredit properti meningkat 7,62% hingga Juli 2025. Meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya, tren pertumbuhan tetap positif.

Hasil survei JLL terhadap 75 investor di Asia Pasifik menunjukkan bahwa sektor industri dan logistik, energi dan infrastruktur, serta ritel dinilai paling rentan terhadap risiko geopolitik. Sebaliknya, sektor hunian, life sciences, dan kesehatan dianggap lebih tahan terhadap guncangan ekonomi karena ditopang oleh permintaan domestik yang stabil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Jambi Hari Ini: Cabai Turun, Daging dan Beras Tetap Stabil

    Harga Sembako di Jambi Hari Ini: Cabai Turun, Daging dan Beras Tetap Stabil

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar rakyat di Kota Jambi masih terpantau stabil pada Kamis, 9 Oktober 2025. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, seperti cabe dan daging ayam broiler, sementara komoditas utama lainnya relatif tidak bergerak. Di Pasar Rakyat Talang […]

  • Saat Berkendara Jarak Jauh Pengemudi Harus Tahu Ini? Waspada!

    Saat Berkendara Jarak Jauh Pengemudi Harus Tahu Ini? Waspada!

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Microsleep bisa menyerang siapa saja saat mengemudi, khususnya saat perjalanan jauh di musim Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Apa itu Microsleep? Berbahayakah. Dilansir kompas.com, Microsleep merupakan fenomena kelelahan yang terjadi pada manusia karena aktivitas monoton seperti mengemudi dalam waktu lama. Ketika pengemudi kena microsleep dalam tiga detik, sementara mobil melaju dengan kecepatan […]

  • Singapura Tetap Jadi Pasar Utama Ekspor Jambi, Serap 43 Persen Nilai Perdagangan

    Singapura Tetap Jadi Pasar Utama Ekspor Jambi, Serap 43 Persen Nilai Perdagangan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketergantungan ekspor Provinsi Jambi terhadap Singapura masih sangat tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan hampir separuh nilai ekspor Jambi pada Mei 2026 dikirim ke negara tersebut. Nilai ekspor ke Singapura mencapai US$98,46 juta atau sekitar 43,19 persen dari total ekspor Provinsi Jambi. Angka tersebut bahkan meningkat 13,49 persen dibanding April […]

  • H-1 Lebaran 2026, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Ayam Naik

    H-1 Lebaran 2026, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Ayam Naik

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang satu hari Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil, Kamis (19/3/2026). Namun, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama cabai dan daging ayam. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga beras masih stabil, seperti beras Belido dan King yang dijual Rp15.500 per […]

  • Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Batu Bara Naik, CPO dan Nikel Melemah Tipis

    Minyak Dunia Anjlok 4 Persen, Batu Bara Naik, CPO dan Nikel Melemah Tipis

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas global mengalami pergerakan bervariasi pada perdagangan Rabu (12/11). Minyak mentah dunia tercatat melemah tajam lebih dari 4 persen, sementara batu bara menguat dan logam dasar seperti nikel dan CPO justru turun tipis. Menurut laporan Reuters, pelemahan minyak mentah terjadi setelah OPEC merilis proyeksi terbaru yang menyebutkan pasokan minyak global akan […]

  • Seskab: Prabowo Minta Harga Pangan di Daerah Bencana Tetap Terjangkau Jelang Ramadan

    Seskab: Prabowo Minta Harga Pangan di Daerah Bencana Tetap Terjangkau Jelang Ramadan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta agar harga kebutuhan pokok, khususnya di daerah terdampak bencana, tetap terjangkau menjelang Ramadan 2026. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden ingin memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan penting lainnya aman serta tidak memberatkan masyarakat. “Saat ini kita sudah berada satu minggu menjelang bulan Ramadan. Bapak Presiden ingin memastikan […]

expand_less