Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Saat Berkendara Jarak Jauh Pengemudi Harus Tahu Ini? Waspada!

Saat Berkendara Jarak Jauh Pengemudi Harus Tahu Ini? Waspada!

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Microsleep bisa menyerang siapa saja saat mengemudi, khususnya saat perjalanan jauh di musim Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Apa itu Microsleep? Berbahayakah.

Dilansir kompas.com, Microsleep merupakan fenomena kelelahan yang terjadi pada manusia karena aktivitas monoton seperti mengemudi dalam waktu lama.

Ketika pengemudi kena microsleep dalam tiga detik, sementara mobil melaju dengan kecepatan 100 Km per jam, maka sama saja mobil tersebut meluncur tanpa kendali hingga 80 meteran.

Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan kesalahan fatal pengemudi yang kerap dilakukan setidaknya ada empat, dilihat dari berbagai sisi.

“Kebanyakan pengendara tak berpikir panjang, tak ada antisipasi, sehingga ini sangat berisiko, seharusnya perilaku yang tepat, pengemudi selalu membangun kebiasaan untuk dapat mengidentifikasi, mengantisipasi dan menghindari setiap potensi bahaya,” ucap Marcell, Rabu (17/12/2025).

Pastikan kondisi pengemudi sehat dan fit untuk mengemudi, baik secara fisik dan mental. Kondisi ini harus terus dijaga dari awal perjalanan sampai akhir, termasuk tidak kelelahan.

“Caranya, pastikan ada tandem pengemudi, agar dapat gantian saat sudah lelah, tidak memaksakan diri, tidur cukup dan istirahat setiap 2 jam sekali selama dalam perjalanan,” ucap Marcell.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan kondisi microsleep tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi melalui beberapa tahapan terlebih dahulu.

“Ada fase-fasenya. di tiga jam atau empat jam pertama, dia (pengemudi) sudah mulai letih. Pada suatu titik mulai super letih, ngantuk berat. Nah, di fase itulah si pengemudi terkena microsleep,” kata Sony.

Sony mengatakan, kondisi-kondisi seperti duduk diam dalam waktu lama, bisa memperparah dan mempercepat microsleep. Sehingga bisa dikatakan otak sebenarnya sudah tidak bisa merespon dengan baik.

Menurut Sony, ada hal yang membedakan antara perasaan mengantuk dengan microsleep. Saat mengantuk, pengemudi akan merasakan reaksi mereka melambat.

“Jika mengantuk, yang tidur adalah matanya. Tapi microsleep yang tidur adalah otaknya,” ucap Sony.
Jadi, untuk menghindari kena microsleep, pengemudi harus mengatur jam istirahat selama perjalanan dan tidak memaksakan diri.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naik Lagi, Harga Perak Antam Jadi Rp56.500 per Gram

    Naik Lagi, Harga Perak Antam Jadi Rp56.500 per Gram

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni yang dipasarkan Antam terpantau mengalami kenaikan di level Rp56.500 per gram. Mengutip laman Logammulia.com, Kamis (5/2/2026), kenaikannya sebesar Rp100 setelah kemarin, harga perak Antam berada di level Rp56.400 per gram. Untuk harga perak murni batangan dengan berat 250 gram dipatok Rp14.525.000, dengan harga yang termasuk PPN 11 persen menjadi Rp16.122.750. […]

  • Perdagangan Ditutup, IHSG Turun 0,44% ke Level 8.671

    Perdagangan Ditutup, IHSG Turun 0,44% ke Level 8.671

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 38,72 poin atau 0,44% ke 8.671,97 pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (9/12/2025). Sebanyak 244 saham naik, 407 saham turun dan 149 saham stagnan. Hanya tiga indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan […]

  • Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025). Sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah, sejumlah mata uang lain di Asia ditutup beragam hari ini. Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,24 persen ke level Rp16.694 dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS ditutup menguat 0,04% ke […]

  • Naik Rp9000, Harga Emas Antam Jadi Rp2.296.000 per Gram

    Naik Rp9000, Harga Emas Antam Jadi Rp2.296.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada hari ini, Jumat (7/11/2025). Harga emas Antam kini dibanderol Rp2.296.000 per gram. Harga emas Antam naik Rp 9.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (6/11/2025) yang berada di level Rp 2.287.000 per gram. Sementara harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,23 […]

  • BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pekerja informal masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meski terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja formal hingga Agustus 2025. Dalam laporan terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 146,54 juta orang. Dari total tersebut, 38,74 persen bekerja sebagai buruh, […]

  • Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Indonesia menginisiasi gerakan “No Tax for Knowledge”, sebuah dorongan relaksasi pajak bagi industri media guna menjaga keberlanjutan institusi jurnalistik dan memastikan masyarakat terus mendapatkan informasi yang kredibel. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa media yang terverifikasi dan konsisten menyampaikan edukasi publik memerlukan dukungan kebijakan fiskal agar tetap […]

expand_less