Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Toko Offline
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025
- comment 0 komentar

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat ekspose hasil pengawasan barang beredar dan jasa pada Januari-Maret 2025. (Foto: Kementerian Perdagangan)
JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa bisnis daring atau online tidak mengganggu keberlangsungan perdagangan di toko-toko offline. Ia menilai, penjualan online justru membuka ruang lebih besar bagi pedagang untuk memperluas pasar.
Menurut Budi, banyak pelaku UMKM yang terbantu dengan hadirnya bisnis online karena model usaha ini selaras dengan perkembangan zaman dan tidak memerlukan biaya besar untuk memulai.
“Offline katanya banyak terganggu dengan online. Tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biayanya mahal, tapi dia bisa berjualan secara online,” kata Budi di hadapan para kepala daerah di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Meski demikian, Budi memastikan pemerintah tetap menjalankan upaya agar toko-toko offline tetap eksis. Salah satu caranya adalah mendorong penerapan metode penjualan omnichannel, yaitu menggabungkan strategi penjualan fisik dan digital.
“Jadi offline juga harus kita ajari bagaimana dia bisa online. Kita juga ada program di pasar rakyat, ya di toko-toko, ada pasar tradisional, pasar rakyat. Itu bagaimana dia juga bisa jualan online,” bebernya.
Budi menilai fenomena transformasi antara toko offline dan online ini merupakan bagian dari perubahan pola perdagangan di Indonesia, mirip dengan dinamika ketika toko ritel modern menjamur beberapa waktu lalu.
“Itu katanya waktu itu mengganggu toko kelontong. Tapi kan waktu itu kemudian kita ada pula kemitraan dan sampai sekarang justru mereka bermitra dengan baik. Ini sama dengan offline dan online,” jelas Budi.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar