Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- comment 0 komentar

Patung Merlion, objek wisata populer di Singapura.
JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat ini?
Berdasarkan laporan dari Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, tingkat pengangguran nasional sebenarnya masih rendah di angka 2%, dan kurang dari 3% untuk warga negara serta Penduduk Tetap (PR). Namun di sisi lain, sektor-sektor yang biasanya mempekerjakan tenaga lokal berkualitas justru mengalami penurunan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Sektor real estate tercatat kehilangan 4.400 posisi, disusul sektor layanan profesional yang juga mengalami pengurangan bersih 4.100 posisi. Sektor teknologi informasi (TI) menjadi salah satu yang paling terpukul dengan pengurangan bersih 4.100 posisi hingga kuartal III. Bahkan jika dihitung sejak 2024, total pengurangan bersih di sektor TI mencapai 9.500 posisi, meskipun beberapa waktu lalu sempat muncul laporan soal tingginya permintaan tenaga kerja TI dan kenaikan gaji.
Sektor lain yang ikut terdampak termasuk perdagangan ritel yang kehilangan 3.800 pekerja, perdagangan besar 1.900 pekerja, pendidikan 900 pekerja, serta sektor makanan dan minuman dengan 600 pekerja terdampak.
Menariknya, pertumbuhan tenaga kerja justru meningkat di sektor dengan gaji rendah seperti konstruksi dan pekerja rumah tangga migran. Pada kuartal III-2025 saja, Singapura mencatat penambahan hampir 30.000 pekerjaan baru, sehingga total penambahan lapangan kerja sepanjang 2025 mendekati 50.000 posisi.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran struktural di pasar tenaga kerja Singapura. Meski permintaan tenaga kerja terampil di bidang TI dan layanan profesional tetap tinggi, sektor-sektor yang didominasi pekerja lokal dan ekspatriat bergaji besar justru melakukan pemangkasan signifikan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru mengenai arah ekonomi Singapura dan tantangan pasar tenaga kerja di masa mendatang.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar