Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » UMP 2026 Belum Tuntas, Ini Opsi dari KSPI

UMP 2026 Belum Tuntas, Ini Opsi dari KSPI

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengumuman Upah Minimum Provinsi atau UMP 2026 yang sedianya pada 21 November, tak tercapai. Pemerintah menunda pengumuman kenaikan UMP 2026 yang seharusnya dilakukan pada Jumat (21/11/2025).

Buruh yang sedianya berdemo, juga menunda aksi tersebut. “Sebagai pengganti (aksi demonstrasi), buruh menawarkan tiga opsi kenaikan upah minimum,” kata Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal, dalam keterangan resminya, Senin (24/11/2025).

Tiga opsi yang ditawarkan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia memiliki kisaran kenaikan mulai dari 6,5 persen hingga 10,5 persen dengan perhitungan yang berbeda-beda.

Opsi pertama yang diajukan adalah nilai kenaikan tertinggi, yaitu pada kisaran 8,5 persen hingga 10,5 persen. Dilansir kompas.com angka ini didapat dari perhitungan inflasi sebesar 3,26 persen ditambah pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, kemudian dikalikan dengan indeks tertentu senilai 1,0.
“Maka didapat kenaikan upah minimum sama dengan 3,26 persen ditambah (1,0 dikali 5,2 persen), hasilnya 8,46 persen yang dibulatkan menjadi 8,5 persen,” jelas Said.

Sedangkan untuk angka 10,5 persen, perhitungannya menggunakan indeks tertentu sebesar 1,4. Angka ini dikhususkan untuk wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti Maluku Utara yang ekonominya tumbuh di atas 30 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara, opsi kedua adalah kenaikan sebesar 7,77 persen yang didasarkan pada data makroekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) periode Oktober 2024 hingga September 2025.

Data tersebut, kata Said, mencatat inflasi sebesar 2,65 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,12 persen. Dalam opsi ini, buruh mengusulkan penggunaan indeks tertentu sebesar 1,0. “Maka didapat kenaikan upah minimum sama dengan 2,65 persen ditambah (1,0 dikali 5,12 persen), hasilnya adalah 7,77 persen,” tutur Said.

Opsi ketiga adalah kenaikan sebesar 6,5 persen, angka yang sama dengan persentase kenaikan upah minimum 2025 yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto tahun lalu.

“Pertimbangannya adalah angka makroekonomi tahun lalu hampir sama dengan angka makroekonomi tahun ini,” kata dia. Adapun, Said menyampaikan peringatan agar Menaker tidak menggunakan perhitungan nilai indeks yang rendah dan membuat persentase kenaikan upah menjadi kecil. “Jadi, bilamana Menaker memutuskan Rancangan Peraturan Pengupahan yang memuat kenaikan upah minimum dengan menggunakan nilai indeks tertentu 0,2 sampai 0,7, maka bisa dipastikan buruh akan melakukan mogok besar-besaran,” ucapnya.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Terus Merosot

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Terus Merosot

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terus merosot. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ini logam mulia tersebut kembali terkoreksi sebesar Rp8000 sehingga harga emas Antam lebih murah dari hari sebelumnya. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini menjadi Rp2.633.000. Sehari sebelumnya, harga logam mulia yang banyak diminati masyarakat ini dibanderol Rp2.641.000 […]

  • Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

    Bos OJK: Ekonomi Global Membaik, AS Solid, China Masih Tertekan Jelang 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian global secara umum menunjukkan tren perbaikan, meskipun perlambatan ekonomi China masih berlanjut dan menjadi salah satu sumber risiko utama ke depan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Namun, lembaga multilateral […]

  • Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Selama Nataru 2025–2026

    Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Selama Nataru 2025–2026

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026 (Nataru). Kepastian tersebut disampaikan Bahlil usai meninjau langsung Integrated Terminal Jakarta pada Minggu (28/12/2025). Berdasarkan laporan Direksi Pertamina dan Badan […]

  • Muaro Jambi dan Pertumbuhan Industri: Ketika Lokasi Menjadi Bagian dari Rantai Produksi

    Muaro Jambi dan Pertumbuhan Industri: Ketika Lokasi Menjadi Bagian dari Rantai Produksi

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan bisnis tidak selalu terlihat dari ramainya pusat kuliner atau pertokoan. Di balik aktivitas ekonomi Jambi terdapat wilayah yang berperan dalam industri pengolahan dan rantai produksi. Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang menarik dalam konteks tersebut. BPS sebelumnya mencatat Kabupaten Muaro Jambi sebagai daerah dengan jumlah industri pengolahan terbanyak di Provinsi Jambi, […]

  • Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau. Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) […]

  • Bunga KUR Jambi 2026 Tetap 6 Persen, UMKM Masih Bisa Akses Modal hingga Rp100 Juta

    Bunga KUR Jambi 2026 Tetap 6 Persen, UMKM Masih Bisa Akses Modal hingga Rp100 Juta

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jambi masih memiliki akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen per tahun. Hingga Agustus 2026, belum ada informasi resmi yang menunjukkan adanya kenaikan bunga KUR secara umum di Jambi. KUR merupakan program pembiayaan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku […]

expand_less