Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi

Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sebanyak 294 ribu nomor kendaraan oleh Pertamina diblokir. Kendaraan-kendaraan ini kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Dari sisi pengawasan sistem subsidi, kami telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kami blokir untuk mengantisipasi dan memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dilansir dari Antara, Senin (1

Menurutnya ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan, memastikan ketepatan penyaluran, serta menjaga keadilan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Sayangnya, Ega tidak menjelaskan secara rinci bentuk kecurangan yang dilakukan ratusan ribu kendaraan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan agar kendaraan yang terindikasi curang tidak bisa kembali membeli BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Pertamina memastikan distribusi energi hingga ke pelosok Indonesia melalui 231 fasilitas yang mencakup terminal BBM, terminal LPG, serta depo pengisian pesawat udara yang beroperasi di berbagai wilayah. Untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, Pertamina mengoperasikan 15.345 titik penyaluran, termasuk program BBM Satu Harga di 573 lokasi untuk memperluas akses energi yang berkeadilan.

“Program strategis yang terus kami dorong selama 2025 antara lain program Subsidi Tepat untuk BBM maupun LPG,” ujarnya. Menurutnya, penyaluran BBM jenis bahan bakar tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite kini sudah menggunakan full QR Code, dan hasilnya mulai terlihat. Hingga Oktober 2025, kuota Solar diperkirakan dapat terkendali di bawah 1,5 persen dari kuota yang dialokasikan.

Sementara untuk Pertalite diperkirakan berada di bawah 10 persen dari kuota 2025. Untuk meningkatkan penggunaan produk nonsubsidi sekaligus mendorong energi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga memperluas penjualan Pertamax Green. Saat ini, produk tersebut tersedia di 168 SPBU di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. “Animo masyarakat cukup baik. Pertumbuhan penjualannya hingga saat ini mencapai sekitar 80 persen dibandingkan 2024,” kata Ega.

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopdes Merah Putih Kini Bisa Akses Kredit Himbara Rp240 Triliun, Dijamin Pemerintah

    Kopdes Merah Putih Kini Bisa Akses Kredit Himbara Rp240 Triliun, Dijamin Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) kini bisa mengakses pembiayaan dari himpunan bank milik negara (Himbara) dengan total dana mencapai Rp240 triliun. Dana jumbo ini disiapkan untuk memperkuat permodalan koperasi dan pembangunan fisik di desa-desa. Purbaya mengatakan, besaran dana yang bisa diserap bergantung pada kesiapan masing-masing […]

  • Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 terkait skema kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) akan diselesaikan paling lambat pekan depan. Revisi aturan tersebut menjadi kunci agar pencairan pembiayaan dan pembangunan fasilitas Kopdes dapat dipercepat. “Harusnya sudah selesai dari kemarin. Saya nggak tahu kenapa […]

  • Menguat Rp50, Harga Perak Antam Menjadi Rp26.314 per Gram

    Menguat Rp50, Harga Perak Antam Menjadi Rp26.314 per Gram

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Jumat (7/11/2025). Kini harga perak dibanderol Rp 26.314 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 50 menjadi Rp 26.314 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Kamis (6/11/2025) menguat Rp 14 ke level Rp 26.264 per […]

  • Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, menandai dimulainya puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Pergerakan dilakukan secara bertahap dari pemondokan di Kota Makkah menuju lokasi wukuf. Sejak pagi hari waktu Arab Saudi, ribuan jemaah terlihat telah bersiap di depan hotel masing-masing. Mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa perlengkapan […]

  • Harga Perak Antam Hari Ini Naik Tajam

    Harga Perak Antam Hari Ini Naik Tajam

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam mengalami kenaikan tajam pada Kamis (18/12/2025). Harga perak Antam meroket hingga mencapai level baru di kisaran Rp40.000. Hari ini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.605.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 11.771.550. Sedangkan perak murni dengan berat 500 gram […]

  • Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Guru Besar Fakultas Ekonomi dan […]

expand_less