Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi

Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sebanyak 294 ribu nomor kendaraan oleh Pertamina diblokir. Kendaraan-kendaraan ini kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Dari sisi pengawasan sistem subsidi, kami telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kami blokir untuk mengantisipasi dan memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dilansir dari Antara, Senin (1

Menurutnya ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan, memastikan ketepatan penyaluran, serta menjaga keadilan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Sayangnya, Ega tidak menjelaskan secara rinci bentuk kecurangan yang dilakukan ratusan ribu kendaraan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan agar kendaraan yang terindikasi curang tidak bisa kembali membeli BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Pertamina memastikan distribusi energi hingga ke pelosok Indonesia melalui 231 fasilitas yang mencakup terminal BBM, terminal LPG, serta depo pengisian pesawat udara yang beroperasi di berbagai wilayah. Untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, Pertamina mengoperasikan 15.345 titik penyaluran, termasuk program BBM Satu Harga di 573 lokasi untuk memperluas akses energi yang berkeadilan.

“Program strategis yang terus kami dorong selama 2025 antara lain program Subsidi Tepat untuk BBM maupun LPG,” ujarnya. Menurutnya, penyaluran BBM jenis bahan bakar tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite kini sudah menggunakan full QR Code, dan hasilnya mulai terlihat. Hingga Oktober 2025, kuota Solar diperkirakan dapat terkendali di bawah 1,5 persen dari kuota yang dialokasikan.

Sementara untuk Pertalite diperkirakan berada di bawah 10 persen dari kuota 2025. Untuk meningkatkan penggunaan produk nonsubsidi sekaligus mendorong energi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga memperluas penjualan Pertamax Green. Saat ini, produk tersebut tersedia di 168 SPBU di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. “Animo masyarakat cukup baik. Pertumbuhan penjualannya hingga saat ini mencapai sekitar 80 persen dibandingkan 2024,” kata Ega.

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Ambruk! Apakah Mau Beli?

    Harga Perak Antam Ambruk! Apakah Mau Beli?

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Logam mulia ini terpantau anjlok dan memicu perhatian pelaku pasar. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam turun sebesar Rp300 menjadi Rp49.650 per gram. Penurunan ini menambah tekanan di tengah fluktuasi pasar logam mulia yang masih dinamis. Tak hanya dalam […]

  • Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan 15 Januari 2026. Dari pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya sebagian kecil komoditas yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas sembako masih bertahan di level sebelumnya. Penurunan harga tercatat pada cabai merah kecil yang turun sebesar 12 persen […]

  • Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik drastis pada Kamis (13/11/2025). Perak Antam naik Rp 2.225 menjadi Rp 29.889 per gram. Kenaikan harga tersebut membuat Harga dasar perak Antam murni ikut terkerek, dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.756.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.719.438. […]

  • RAFI Perkuat Bisnis Pangan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

    RAFI Perkuat Bisnis Pangan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sari Kreasi Boga Tbk. (RAFI), pemilik jaringan kuliner Kebab Baba Rafi, terus memperluas bisnis di sektor pangan nasional. Perseroan menargetkan pertumbuhan 5%–10% pada 2025, seiring dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Direktur Utama RAFI Eko Pujianto menyatakan, program MBG diyakini akan mendorong permintaan bahan baku makanan dan minuman, […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Hari Ini 13 Juli 2026: Cabai dan Ayam Broiler Naik

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Hari Ini 13 Juli 2026: Cabai dan Ayam Broiler Naik

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Senin (13/7/2026) menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai merah dan daging ayam broiler, sementara sebagian besar bahan pokok lainnya masih bertahan stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga cabai merah besar dan […]

  • 15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi yang makin cepat ternyata bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga tantangan besar di dunia kerja. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) berjudul Future of Work, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi akan mengubah peta pekerjaan secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan. WEF memprediksi, antara tahun 2023 hingga 2027 […]

expand_less