Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi
- account_circle -
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Sebanyak 294 ribu nomor kendaraan oleh Pertamina diblokir. Kendaraan-kendaraan ini kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Dari sisi pengawasan sistem subsidi, kami telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kami blokir untuk mengantisipasi dan memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dilansir dari Antara, Senin (1
Menurutnya ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan, memastikan ketepatan penyaluran, serta menjaga keadilan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Sayangnya, Ega tidak menjelaskan secara rinci bentuk kecurangan yang dilakukan ratusan ribu kendaraan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan agar kendaraan yang terindikasi curang tidak bisa kembali membeli BBM bersubsidi.
Di sisi lain, Pertamina memastikan distribusi energi hingga ke pelosok Indonesia melalui 231 fasilitas yang mencakup terminal BBM, terminal LPG, serta depo pengisian pesawat udara yang beroperasi di berbagai wilayah. Untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, Pertamina mengoperasikan 15.345 titik penyaluran, termasuk program BBM Satu Harga di 573 lokasi untuk memperluas akses energi yang berkeadilan.
“Program strategis yang terus kami dorong selama 2025 antara lain program Subsidi Tepat untuk BBM maupun LPG,” ujarnya. Menurutnya, penyaluran BBM jenis bahan bakar tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite kini sudah menggunakan full QR Code, dan hasilnya mulai terlihat. Hingga Oktober 2025, kuota Solar diperkirakan dapat terkendali di bawah 1,5 persen dari kuota yang dialokasikan.
Sementara untuk Pertalite diperkirakan berada di bawah 10 persen dari kuota 2025. Untuk meningkatkan penggunaan produk nonsubsidi sekaligus mendorong energi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga memperluas penjualan Pertamax Green. Saat ini, produk tersebut tersedia di 168 SPBU di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. “Animo masyarakat cukup baik. Pertumbuhan penjualannya hingga saat ini mencapai sekitar 80 persen dibandingkan 2024,” kata Ega.
- Penulis: -


Saat ini belum ada komentar